majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan terus memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada peserta magang melalui berbagai kegiatan produktif di lingkungan lapas. Salah satunya diwujudkan melalui pengarahan langsung Kepala Lapas mengenai perawatan tanaman anggur yang dikembangkan di lingkungan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Pemuda Plantungan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., memberikan pengarahan kepada peserta magang mengenai tata cara perawatan tanaman anggur yang baik dan benar. Pengarahan mencakup pemeliharaan tanaman, penyiraman, pemupukan, pemangkasan, pengaturan pertumbuhan tunas, serta pemantauan kondisi tanaman agar dapat tumbuh secara optimal.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung bagi peserta magang untuk mengenal berbagai aktivitas produktif yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Pemuda Plantungan. Peserta magang diberikan kesempatan untuk memahami proses perawatan tanaman secara langsung sekaligus mengenal pentingnya ketelitian, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menjaga tanaman agar tetap sehat dan produktif.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa perawatan tanaman membutuhkan perhatian dan ketekunan agar dapat memberikan hasil yang maksimal. “Perawatan tanaman anggur harus dilakukan secara rutin dan teliti. Melalui kegiatan ini, peserta magang dapat memperoleh pengalaman praktis sekaligus memahami bagaimana pengelolaan tanaman dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Suharno.
Menurutnya, kegiatan pertanian di lingkungan lapas tidak hanya menjadi bagian dari pemanfaatan lahan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi peserta magang untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung. Pengetahuan mengenai perawatan tanaman diharapkan dapat menambah wawasan dan keterampilan peserta selama mengikuti program magang.
Melalui kegiatan pengarahan tersebut, Lapas Pemuda Plantungan terus berupaya memberikan pengalaman kerja yang beragam kepada peserta magang sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang aktif, produktif, dan berkelanjutan.(hil)










