Home / Hukum - Kriminal / Wujud Nyata Ketahanan Pangan, Ditjenpas Lapas Pemuda Plantungan Bersama WBP dan Peserta Magang Manfaatkan Lahan untuk Pupuk Tanaman Tomat dan Terong

Wujud Nyata Ketahanan Pangan, Ditjenpas Lapas Pemuda Plantungan Bersama WBP dan Peserta Magang Manfaatkan Lahan untuk Pupuk Tanaman Tomat dan Terong

majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mengoptimalkan pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada kegiatan produktif pekan ini, petugas lapas bersama para peserta magang mendampingi langsung WBP untuk melaksanakan pemupukan menggunakan Pupuk Organik Cair (POC) pada komoditas hortikultura unggulan, yakni tanaman tomat dan terong, di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) lapas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dirancang secara berkelanjutan. Di bawah pengawasan langsung petugas Seksi Bimbingan Kerja dan Perawatan, para WBP diajak untuk terjun langsung mengelola lahan pertanian mulai dari proses pengolahan tanah, pemeliharaan, hingga pemupukan. Kehadiran peserta magang di tengah-tengah kegiatan ini turut memberikan nilai tambah. Para peserta magang tidak hanya belajar mengenai dinamika pengelolaan lembaga pemasyarakatan, tetapi juga membagikan ilmu terapan terkait teknik pertanian modern dan penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan kepada para WBP. Pemanfaatan lahan kosong di lingkungan lapas sendiri menjadi sarana yang sangat efektif untuk melatih keterampilan kerja warga binaan, di mana pertanian hortikultura seperti tomat dan terong dipilih karena siklus panennya yang relatif cepat serta perawatannya yang intensif.

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan kosong di lingkungan lapas menjadi sarana yang sangat strategis untuk membekali warga binaan dengan keahlian yang aplikatif. “Kami ingin memastikan bahwa para WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga ditempa melalui pembinaan kemandirian yang produktif agar memiliki bekal keterampilan yang berguna saat mereka kembali ke masyarakat nanti,” ujar Suharno. Beliau juga menambahkan bahwa pemilihan komoditas hortikultura seperti tomat dan terong sangat cocok untuk melatih kedisiplinan, ketekunan, serta tanggung jawab para warga binaan dalam merawat tanaman hingga masa panen tiba.

Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) dipilih sebagai langkah strategis untuk menjaga kesuburan tanah secara alami sekaligus menekan biaya operasional perawatan tanaman. POC dikenal mampu memberikan nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman tomat dan terong secara optimal, sehingga menghasilkan buah yang lebih sehat, segar, dan berkualitas tinggi. Selain mendukung kesehatan tanaman, hasil dari budidaya hortikultura ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal lapas. Sebagian hasil panen juga disiapkan untuk dipasarkan guna mendatangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta premi bagi WBP yang aktif bekerja.

Melalui program kolaboratif antara petugas lapas, peserta magang, dan WBP ini, Lapas Pemuda Plantungan berupaya untuk terus mencetak warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat membawa keahlian di bidang pertanian. Keberhasilan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain dalam memberdayakan warga binaan secara positif.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh