Home / Nasional / Kabut Asap dari Sumatera Ganggu Kualitas Udara Singapura, PSI Capai 104

Kabut Asap dari Sumatera Ganggu Kualitas Udara Singapura, PSI Capai 104

foto istimewa

majalahsuaraforum.com – Kondisi kualitas udara di Singapura memburuk pada Sabtu (3/10/2026) akibat kabut asap yang bergerak dari wilayah Sumatera bagian selatan. Wilayah tengah Singapura bahkan mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) melaporkan indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) selama 24 jam di wilayah tengah mencapai 104 pada pukul 17.00 waktu setempat. Angka tersebut sudah masuk dalam kategori tidak sehat.

Sementara itu, kondisi udara di wilayah lain masih berada dalam kategori sedang. PSI 24 jam di wilayah timur tercatat 95, wilayah barat 93, selatan 84, dan utara 79.

Pada waktu yang sama, pengukuran PM2.5 selama satu jam di wilayah tengah menunjukkan kategori meningkat (elevated). Pengukuran tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara pada waktu tertentu, berbeda dengan PSI 24 jam yang menggambarkan kondisi udara dalam periode lebih panjang.

Dalam pembaruan kondisi kualitas udara pada Sabtu, NEA menyampaikan bahwa kepulan asap dengan intensitas sedang hingga pekat dari Sumatera bagian selatan terpantau bergerak ke arah Singapura dan wilayah di sekitarnya.

Selain dari Sumatera, kabut asap yang memengaruhi Singapura juga terdeteksi berasal dari kebakaran yang terjadi di Kalimantan.

NEA memperkirakan kondisi cuaca kering masih akan berlangsung di Singapura dan kawasan sekitarnya pada Minggu (4/10/2026). Angin dari arah tenggara atau barat daya juga diperkirakan akan bertiup lebih kuat.

Situasi tersebut membuat potensi kabut asap kembali memengaruhi kualitas udara Singapura masih terbuka. NEA memperkirakan PSI 24 jam berada pada kisaran sedang tinggi hingga tidak sehat rendah.

NEA juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Bagi warga yang sehat, aktivitas fisik di luar ruangan yang dilakukan dalam waktu lama atau dengan intensitas berat disarankan untuk dikurangi ketika PSI 24 jam berada dalam kategori tidak sehat.

Kelompok masyarakat yang lebih rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak, juga dianjurkan mengurangi aktivitas fisik berat maupun aktivitas yang dilakukan dalam waktu lama di luar ruangan.

Sementara itu, masyarakat yang memiliki penyakit kronis pada paru-paru atau jantung disarankan untuk menghindari aktivitas fisik berat atau berkepanjangan di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

NEA menjelaskan bahwa dampak kabut asap terhadap kesehatan dapat berbeda pada setiap orang. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi kesehatan masing-masing individu, tingkat PSI, serta durasi dan intensitas aktivitas yang dilakukan di luar ruangan.

Untuk masyarakat yang hendak melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu dekat, NEA menyarankan agar mengacu pada hasil pembacaan PM2.5 selama satu jam serta panduan aktivitas pribadi yang tersedia.

Sementara itu, prakiraan PSI 24 jam dan panduan kesehatan dapat dijadikan pertimbangan untuk menentukan aktivitas di luar ruangan yang akan dilakukan pada hari berikutnya.

Mengenal PSI dan PM2.5

PSI 24 jam merupakan indikator yang digunakan untuk menggambarkan kualitas udara harian di Singapura. Indeks ini juga menjadi salah satu dasar bagi NEA dalam mengeluarkan panduan kesehatan kepada masyarakat.

Perhitungan PSI dilakukan dengan memperhitungkan enam jenis polutan, yaitu PM2.5, PM10, ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida.

PSI 24 jam menunjukkan rata-rata kondisi kualitas udara selama 24 jam terakhir. Dalam sistem tersebut, angka 101 hingga 200 dikategorikan sebagai tidak sehat, 201 hingga 300 masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 tergolong berbahaya.

Adapun PM2.5 merupakan partikel halus yang memiliki diameter maksimal 2,5 mikrometer. Partikel tersebut menjadi salah satu polutan yang dominan ketika terjadi kabut asap dan dapat memberikan dampak terhadap kesehatan.

Pengukuran PM2.5 selama satu jam dibagi menjadi empat kategori, yakni normal, meningkat, tinggi, dan sangat tinggi.

Kategori meningkat berada pada rentang 56 hingga 150. Sementara itu, angka 151 hingga 250 masuk kategori tinggi dan pembacaan di atas 250 dikategorikan sebagai sangat tinggi.

Dengan kondisi kabut asap yang masih berpotensi bergerak menuju Singapura, masyarakat diimbau terus memperhatikan informasi kualitas udara serta menyesuaikan aktivitas luar ruangan berdasarkan kondisi udara terbaru.

 

dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh