Home / Nasional / Prabowo Panggil Pejabat Bahas BPJS Kesehatan, Suntikan Rp20 Triliun Jadi Sorotan

Prabowo Panggil Pejabat Bahas BPJS Kesehatan, Suntikan Rp20 Triliun Jadi Sorotan

majalahsuaraforum.com — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 28 September 2026. Pertemuan tersebut membahas kondisi dan pengelolaan BPJS Kesehatan.

Sejumlah pejabat terkait hadir di Istana untuk mengikuti pembahasan tersebut. Mereka antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, salah satu hal yang dibahas berkaitan dengan suntikan dana sebesar Rp20 triliun kepada BPJS Kesehatan.

Dana tersebut sebelumnya telah disetujui dan diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi keuangan BPJS Kesehatan pada tahun berjalan.

“Ini kan kemarin sudah disetujui injeksi 20 T ke BPJS, saya dengan Pak Suahasil dan juga Pak Imin, ini akan memperbaiki kondisi keuangan BPJS tahun ini,” ungkap Budi saat tiba di Istana Kepresidenan Jakarta.

Presiden Minta Proyeksi BPJS hingga 2027 Selain membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan pada tahun ini, Presiden Prabowo juga meminta adanya pembaruan mengenai kondisi lembaga tersebut untuk 2027 dan tahun-tahun berikutnya.

Budi menjelaskan, upaya perbaikan BPJS Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi finansial. Pemerintah juga ingin memastikan peningkatan kualitas pelayanan, baik kepada rumah sakit maupun masyarakat yang menjadi peserta BPJS.

“Kalau bisa perbaikannya bukan hanya keuangannya saja tapi bagaimana BPJS bisa meningkatkan kualitas pelayanannya ke RS RS, kualitas pembayarannya ke RS dan rumah sakit bisa meningkatkan kualitas pelayanannya ke masyarakat. Yang penting disitu,” ujar Budi.

Menurut Budi, peningkatan pembayaran kepada rumah sakit harus disertai dengan perbaikan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

Ia menilai, persoalan pelayanan masih menjadi perhatian, termasuk keluhan mengenai antrean panjang, perbedaan akses pelayanan bagi peserta BPJS, hingga kualitas layanan ketika masyarakat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Jangan sampai kita sudah tingkatkan pembayarannya, tapi masyarakat antrinya tetep lama, masyarakat dibeda-bedakan kalau BPJS lebih sulit aksesnya, atau juga kalau masyarakat masuk ternyata layanannya ga bagus. kan banyak di RS keluhannya akhir akhir ini,” tutur Budi.

Dirut BPJS Laporkan Capaian dan Pelayanan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito juga hadir dalam rapat terbatas tersebut.

Prihati mengatakan dirinya dipanggil ke Istana untuk menyampaikan laporan mengenai capaian BPJS Kesehatan sekaligus perkembangan pelayanan yang telah berjalan.

Laporan tersebut nantinya menjadi bahan bagi Presiden untuk memberikan arahan terkait pengelolaan BPJS Kesehatan ke depan.

“Kita laporkan semuanya soal BPJS kesehatan, capaian capaian dan pelayanan-pelayanan sehingga nanti bisa mendapatkan arahan dari presiden. nanti ketemu lagi ya belum,” kata Prihati.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh