Home / Hukum - Kriminal / Rawat Singkong, Tanam Kemandirian: Lapas Pemuda Plantungan Dorong WBP Produktif melalui Pembinaan Pertanian

Rawat Singkong, Tanam Kemandirian: Lapas Pemuda Plantungan Dorong WBP Produktif melalui Pembinaan Pertanian

 

majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan terus mendorong peningkatan keterampilan dan produktivitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui berbagai kegiatan pembinaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan perawatan tanaman singkong yang dilaksanakan bersama WBP di area lahan pertanian Lapas Pemuda Plantungan.

Pada Sabtu, 5 September 2026, WBP terlibat secara langsung dalam kegiatan perawatan tanaman singkong sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Dalam kegiatan tersebut, WBP melakukan sejumlah perawatan tanaman, mulai dari membersihkan gulma di sekitar tanaman, menggemburkan tanah, hingga memastikan tanaman singkong dapat tumbuh dengan baik.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan tanaman, tetapi juga menjadi sarana bagi WBP untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis di bidang pertanian. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi WBP setelah selesai menjalani masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

Bapak Kalapas Suharno, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk membangun sikap produktif sekaligus menumbuhkan kemandirian WBP.

“Melalui kegiatan perawatan tanaman singkong ini, kami ingin memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Mereka tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga belajar bagaimana merawat dan mengelola tanaman dengan baik sehingga memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Bapak Kalapas Suharno, S.H., M.H.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan kemandirian membutuhkan keterlibatan aktif dari WBP. Karena itu, setiap kegiatan diupayakan memberikan pengalaman langsung melalui praktik di lapangan agar keterampilan yang diperoleh dapat benar-benar dipahami dan dikembangkan.

“Yang terpenting adalah bagaimana warga binaan dapat mengikuti kegiatan dengan disiplin, bertanggung jawab, dan konsisten. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama berada di Lapas dapat terus dikembangkan dan menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, WBP mengikuti arahan petugas pembinaan dan bekerja secara bersama-sama dalam melakukan perawatan tanaman. Mereka memperhatikan kondisi tanaman sekaligus menjaga kebersihan dan kerapian area lahan pertanian.

Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan tersebut juga menjadi media untuk menanamkan berbagai nilai positif, seperti kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, ketekunan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Dengan terlibat langsung dalam proses perawatan tanaman, WBP belajar memahami bahwa hasil yang baik membutuhkan proses, ketekunan, dan perawatan yang dilakukan secara konsisten.

Kegiatan perawatan tanaman singkong menjadi salah satu upaya Lapas Pemuda Plantungan dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi WBP. Pembinaan pertanian diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan yang produktif selama berada di Lapas, tetapi juga mampu menumbuhkan keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai bekal kemandirian setelah bebas.

Lapas Pemuda Plantungan berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kemandirian WBP. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan WBP memiliki keterampilan, sikap, dan mental yang lebih siap untuk kembali menjalani kehidupan serta berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh