Home / Hukum - Kriminal / Melepas dengan Apresiasi, Menyambut dengan Harapan: Babak Baru Lapas Terbuka Nusakambangan

Melepas dengan Apresiasi, Menyambut dengan Harapan: Babak Baru Lapas Terbuka Nusakambangan

majalahsuaraforum.com-Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai acara pisah sambut Kepala Lapas dan Pejabat Manajerial Lapas Terbuka Nusakambangan yang berlangsung di Aula Serba Guna Lapas Terbuka Nusakambangan, pukul 13.00 WIB. Kegiatan dihadiri seluruh petugas dan peserta magang. Senin, (24/08)

Acara dipandu oleh Ifah, peserta magang, sebagai MC. Suasana mulai terasa haru saat diputar video selayang pandang perjalanan Kalapas lama, Ario Galih Maduseno, yang menampilkan berbagai kegiatan, kebersamaan, dan capaian selama masa kepemimpinannya.

Dalam sambutannya, Ario Galih Maduseno menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan seluruh jajaran selama menjalankan amanah. Dengan gaya khasnya, ia mencairkan suasana dengan ungkapan, “Kumis boleh sangar, tapi hati lemah. Terharu.” Ungkapan tersebut mengundang tawa sekaligus haru dari seluruh pegawai.

Ucapan perpisahan juga disampaikan Untung Septiono, Kasubbag TU lama, yang menyampaikan terima kasih atas kebersamaan dan kerja sama seluruh jajaran serta memohon maaf atas segala kekurangan selama bertugas.

Sementara itu, Kasubbag TU yang baru Riski Febrianto menyampaikan kesiapan untuk melanjutkan tugas dan membangun kolaborasi bersama seluruh jajaran. Ia berharap dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar Lapas Terbuka Nusakambangan.

Agung Nurbani, selaku Kalapas Terbuka Nusakambangan yang baru, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Ia mengajak seluruh pegawai menjaga kekompakan, melanjutkan program yang telah berjalan, serta bersama-sama menghadirkan inovasi untuk kemajuan organisasi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada pejabat lama sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian. Seluruh pegawai juga menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada pejabat lama maupun pejabat baru.

Puncak haru terjadi di penghujung acara. Seluruh pegawai mengantar Ario Galih Maduseno hingga meninggalkan lingkungan Lapas Terbuka Nusakambangan dengan penuh hormat. Momen tersebut menjadi simbol penghargaan sekaligus ungkapan terima kasih atas perjalanan dan pengabdian yang telah dilalui bersama.

Pergantian kepemimpinan bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Ada kenangan yang ditinggalkan, silaturahmi yang tetap terjaga, dan estafet yang harus terus dilanjutkan.

Melepas dengan apresiasi, menyambut dengan harapan. Pemimpin boleh berganti, tetapi pengabdian harus terus berlanjut.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh