majalahsuaraforum.com – Selebritas Ruben Onsu membagikan kisah mengenai cara yang ia lakukan untuk mengobati rasa rindunya kepada kedua putrinya, Thalia dan Thania, yang hingga kini belum dapat ia temui. Di tengah kerinduan tersebut, Ruben memilih menghabiskan waktu di panti asuhan sebagai bentuk pelarian dari gejolak emosinya.
Pengakuan itu disampaikan Ruben Onsu dalam podcast bersama Deddy Corbuzier. Menurutnya, keputusan mendatangi panti asuhan dilakukan agar dirinya tidak larut dalam emosi yang berlebihan akibat merindukan kedua buah hatinya.
“Gue lari ke panti asuhan, saking rindunya sama mereka (Thalia dan Thania). Gue tidak mau memiliki rasa emosi yang berlebihan. Jadi, ya sudah akhirnya gue lari ke panti asuhan,” kata Ruben Onsu dikutip dari podcast Deddy Corbuzier, Selasa (4/8/2026).
Ruben menjelaskan bahwa berada di panti asuhan memberikan pelajaran berharga tentang arti bersyukur. Pengalaman tersebut membuatnya mampu melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda dan membantunya menjaga ketenangan batin.
“Pertama, gue ingin belajar mengajarkan diri gue selalu bersyukur karena sama Allah gue masih dikasih hidup. Jadi, harus melanjutkan itu, kalau tidak gue tidak akan menemukan kedamaian dalam diri gue yang ada isinya emosi. Gue sekarang bukan seperti dahulu, emosian tetapi lebih banyak gue memikirkan panjang,” jelasnya.
Selain itu, Ruben juga mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Allah memberinya kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Ia menyadari bahwa setiap cobaan yang datang menjadi bagian dari proses pendewasaan dirinya.
“Tentu ketika kita dekat sama Allah pasti dikasih hal yang menyakitkan, tetapi di sinilah Allah membuat kita menjadi lebih dewasa. Saat gue menjadi seorang muslim, gue ingin ada tiang sanggah, kalau gue tidak menurut keinginan Allah lalu mau gimana?” ucapnya.
Ia juga mengakui bahwa tidak mudah baginya untuk membuka semua persoalan yang sedang dihadapi. Ruben membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya merasa siap untuk berbicara mengenai kehidupannya kepada publik.
“Kalaupun gue menjelaskan semuanya, tetapi melewati beberapa pertimbangan. Jujur gue butuh waktu yang lama sekali, sampai gue membuka semuanya. Kalau dibilang telat, iya. Mau apa pun konfliknya gue tipe yang cepat selesai,” bebernya.
Tak hanya mengunjungi panti asuhan, Ruben kini lebih banyak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ia mengaku menemukan ketenangan melalui ibadah salat di saat menghadapi berbagai persoalan dalam hidup.
“Sekarang ini gue hanya salat, ambil wudu lalu salat, dan itu membuat gue tenang. Enggak ada lagi, karena gue merasa saat ini Allah mau gue begini dan insyaallah seterusnya,” tambahnya.
Menurut Ruben, saat ini ia lebih memilih mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Allah dibandingkan kepada teman-temannya. Baginya, hanya kepada Allah segala keluh kesah dapat disampaikan tanpa menjadi bahan pembicaraan orang lain.
“Gue curhat segalanya ke Allah, gue tidak lagi curhat ke teman karena akan menjadi omongan, ke siapa pun akan menjadi aib tetapi ke Allah ditutup rapat dan dikasih lagi solusi terbaiknya. Kalau sama teman boro-boro, paling dikasih semangat. Gue muak dengan kata-kata itu,” tegasnya.
Selain salat wajib, Ruben juga rutin melaksanakan salat tahajud sebagai sarana untuk memohon petunjuk dan kekuatan. Ia mengaku perjalanan memulihkan diri setelah perceraian bukanlah proses yang singkat, melainkan membutuhkan waktu yang panjang hingga akhirnya merasakan perubahan dalam hidupnya.
“Saat salat itulah gue meminta, apalagi saat tahajud dan itu bisa bikin gue tidak tidur karena di situ lah gue meminta. Gue cerita semuanya, setelah bercerai gue sendiri sampai akhirnya semua dibalikin sama Allah satu per satu dan itu memakan waktu yang lama sekali. Hampir 2 tahun, untuk sesi ini,” tutupnya.
Aan.











