Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan pemerintahnya akan mendeportasi setiap warga negara Israel yang diketahui memasuki wilayah Malaysia. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya dugaan adanya warga Israel yang berada di negara bagian Johor.
Mengutip laporan The Straits Times, Anwar menyampaikan bahwa pemerintah Malaysia tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara. Karena itu, apabila informasi mengenai keberadaan warga negara Israel di Malaysia terbukti benar, langkah deportasi akan segera dilakukan.
“Jika ada warga negara Israel, karena kami tidak mengakui Israel, mereka akan segera dideportasi,” tutur Anwar kepada para wartawan.
Anwar juga mengungkapkan bahwa berbagai lembaga pemerintah terkait saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Ia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan warga negara Israel memasuki Malaysia.
“Semua lembaga [terkait] sedang melakukan penyelidikan,” tutur Anwar, dinukil dari MalayMail.
Pernyataan itu muncul setelah Pemerintah Negara Bagian Johor meminta Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyelidiki sebuah komunitas digital nomad yang beroperasi di kawasan Johor. Komunitas tersebut menjadi perhatian publik setelah video promosinya viral di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi.
Komunitas yang dimaksud bernama Network School, sebuah komunitas yang menjadi tempat berkumpul para pendiri perusahaan rintisan (startup) dan pekerja digital dari berbagai negara. Mereka diketahui menetap di kawasan Forest City, sebuah proyek kota buatan hasil reklamasi di Johor yang berada dekat perbatasan Singapura.
Forest City pada awalnya dikembangkan sebagai kawasan hunian modern dan eksklusif. Namun, proyek tersebut tidak berkembang sesuai harapan sehingga banyak bangunan yang tidak terisi dan kemudian mendapat julukan sebagai “kota hantu” oleh sebagian masyarakat Malaysia.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah properti di kawasan tersebut dibeli oleh pelaku industri teknologi dari berbagai negara, termasuk Balaji Srinivasan, mantan eksekutif Coinbase, yang juga dikenal sebagai pendiri Network School.
Keberadaan komunitas tersebut kemudian memicu perhatian masyarakat Malaysia. Sebagian warga menilai komunitas itu bersifat tertutup dan dihuni oleh banyak warga asing, sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai aktivitas yang dijalankan di dalamnya.
Pemerintah Johor kemudian meminta pemerintah federal melakukan penyelidikan setelah muncul dugaan bahwa terdapat warga negara Israel yang tinggal di kawasan tersebut. Dugaan itu diperkuat oleh asumsi bahwa sebagian warga Israel diduga memasuki Malaysia dengan menggunakan kewarganegaraan ganda.
Menurut laporan Jerusalem Post, Departemen Imigrasi Malaysia telah memeriksa 266 warga negara asing yang berasal dari 40 negara dan berada di kawasan Forest City. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan seluruh warga asing tersebut memasuki Malaysia menggunakan dokumen perjalanan yang sah.
Meski demikian, otoritas Malaysia menegaskan penyelidikan terhadap Network School tetap akan dilanjutkan. Pemeriksaan tidak hanya menyangkut identitas para penghuni, tetapi juga aktivitas komunitas tersebut.
Anwar Ibrahim menyatakan bahwa pemerintah juga akan meninjau aspek legalitas Network School sebagai sebuah entitas bisnis, termasuk kepatuhan terhadap perizinan usaha, aturan akomodasi, serta penggunaan lahan di Malaysia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan di kawasan tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Red.











