majalahsuaraforum.com – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama menatap balapan utama Moto3 GP Assen 2026 dengan rasa percaya diri tinggi. Rider Honda Team Asia berusia 17 tahun itu diyakini memiliki peluang besar untuk bersaing di barisan depan karena sudah cukup mengenal karakter Sirkuit Assen, Belanda, yang akan menjadi lokasi balapan pada Minggu (28/6/2026).
Veda memastikan diri mengawali balapan dari posisi ketujuh setelah menjalani sesi kualifikasi yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026). Pada sesi kualifikasi pertama ia mencatat waktu 1 menit 41,090 detik, kemudian meningkatkan performanya pada sesi kedua dengan torehan 1 menit 40,690 detik.
Memulai balapan dari baris depan memberikan peluang besar bagi pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, tersebut untuk segera bergabung dengan kelompok terdepan sejak awal lomba. Dengan posisi start tersebut, kesempatan Veda untuk kembali naik podium atau setidaknya mengamankan tambahan poin dinilai terbuka lebar.
Kepercayaan diri Veda juga didukung oleh pengalamannya di Assen. Sirkuit yang dijuluki “Cathedral of Speed” itu pernah memberinya hasil positif saat tampil pada Red Bull Rookies Cup 2024. Ketika itu, putra mantan pembalap nasional Sudarmono berhasil finis di urutan keempat pada balapan pertama dan peringkat ketujuh pada balapan kedua.
Prestasi tersebut diraih meski Veda memulai balapan dari posisi ke-12, sehingga menjadi bukti bahwa ia mampu tampil kompetitif di lintasan tersebut. Pengalaman itu pula yang membuat proses adaptasinya selama akhir pekan balapan Moto3 berlangsung lebih mudah.
Karakter Sirkuit Assen yang dipenuhi tikungan cepat dan saling berkesinambungan dinilai sangat sesuai dengan gaya membalap Veda. Kemampuannya dalam duel jarak dekat dan menjaga kecepatan di tikungan menjadi modal penting untuk bersaing di lintasan tersebut.
Selain cocok dengan karakter pembalapnya, konfigurasi Assen juga dianggap menguntungkan bagi Honda NSF250R yang digunakan Honda Team Asia. Sepanjang musim 2026, motor tersebut beberapa kali mendapat kritik karena kurang kompetitif dalam hal kecepatan puncak di lintasan lurus. Namun, Assen tidak memiliki terlalu banyak trek lurus panjang sehingga kelemahan tersebut dapat diminimalkan.
Harapan pun muncul agar Veda mampu mengulang bahkan melampaui pencapaiannya di Assen dua tahun lalu. Momentum positif juga sedang menyertainya setelah tampil impresif pada seri sebelumnya di Moto3 GP Ceko.
Dalam balapan tersebut, Veda memperlihatkan aksi comeback yang mengesankan. Memulai lomba dari posisi ke-20, ia berhasil menyalip 15 pembalap hingga akhirnya finis di peringkat kelima, sebuah hasil yang semakin meningkatkan kepercayaan dirinya menghadapi GP Assen.
Memasuki seri Belanda, Veda menempati peringkat keenam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 82 poin. Tambahan poin maupun peluang meraih podium di Assen akan semakin memperkuat posisinya dalam persaingan papan atas klasemen musim ini.
Jay.











