Home / Nasional / Pendataan Keluarga 2025 Ungkap Jutaan Rumah Tangga Masih Rentan Stunting

Pendataan Keluarga 2025 Ungkap Jutaan Rumah Tangga Masih Rentan Stunting

majalahsuaraforum.com – Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2025 menunjukkan masih tingginya jumlah keluarga yang berpotensi menghadapi masalah stunting di Indonesia. Data yang dihimpun pemerintah mencatat sebanyak 8,1 juta keluarga masuk dalam kategori berisiko stunting dan menjadi sasaran utama berbagai program intervensi yang tengah dijalankan.

Temuan tersebut disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Dalam paparannya, Wihaji menjelaskan bahwa Pendataan Keluarga 2025 mencatat terdapat sekitar 41,4 juta keluarga yang memiliki pasangan usia subur (PUS). Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,1 juta keluarga teridentifikasi memiliki risiko terhadap stunting.

“Dari 41,4 juta keluarga dengan pasangan usia subur, teridentifikasi 8,1 juta keluarga berisiko stunting. Dari jumlah tersebut, 1.052.947 merupakan keluarga berisiko stunting yang masuk kategori desil 1,” kata Wihaji dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurutnya, kelompok desil 1 merupakan lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Oleh karena itu, kelompok ini menjadi salah satu prioritas utama dalam berbagai program percepatan penanganan stunting yang dilaksanakan pemerintah.

Wihaji menegaskan bahwa data yang diperoleh melalui Pendataan Keluarga 2025 memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan dan sasaran program penurunan stunting secara lebih tepat. Dengan basis data yang lebih akurat, pemerintah dapat memetakan keluarga yang membutuhkan perhatian khusus dan memastikan bantuan maupun intervensi diterima oleh kelompok yang tepat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upaya penanganan stunting tidak hanya difokuskan pada keluarga yang berada dalam kelompok desil 1. Pemerintah juga memberikan perhatian kepada keluarga yang berada pada desil 2 dan desil 3 karena dinilai masih berada dalam kelompok rentan dan berpotensi mengalami persoalan serupa.

Pendekatan tersebut dilakukan agar program pencegahan dan penanganan stunting dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan, sekaligus mengurangi risiko munculnya kasus baru di masa mendatang.

Sejauh ini, pemerintah telah menjalankan berbagai bentuk intervensi kepada kelompok sasaran yang telah dipetakan berdasarkan hasil pendataan tersebut. Wihaji menyebut cakupan program yang dijalankan terus mengalami perkembangan.

“Berdasarkan target yang telah ditetapkan, intervensi sudah menjangkau sekitar 1,6 juta sasaran,” ujarnya.

Pemerintah berharap berbagai langkah yang dilakukan melalui pendekatan berbasis data dapat mempercepat penurunan angka stunting nasional sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga Indonesia secara berkelanjutan.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh