Home / Hiburan / Tantri Kotak Mengaku Jadi Korban Dugaan Penipuan, Kerugian Para Korban Capai Rp10 Miliar

Tantri Kotak Mengaku Jadi Korban Dugaan Penipuan, Kerugian Para Korban Capai Rp10 Miliar

majalahsuaraforum.com – Vokalis grup band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari, mengungkapkan dirinya menjadi salah satu korban dalam kasus dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh seseorang yang selama ini dikenal dekat dengannya. Kasus tersebut disebut telah menimbulkan kerugian besar bagi sejumlah korban dengan total nilai mencapai sekitar Rp10 miliar.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Tantri menceritakan bahwa kabar mengenai dugaan penipuan tersebut diterimanya saat sedang menikmati waktu bersama keluarga. Informasi itu diketahui setelah dirinya membaca percakapan dalam grup WhatsApp yang berisi para korban.

“Dua hari ini serasa berat banget buat dijalankan, perubahan perasaan teramat cepat. Dapat jatah libur hanya dua hari main sama anak-anak, tetapi pas melihat WAG tiba-tiba mendengar kabar tidak baik. Jujur, langsung drop, nafsu makan jadi hilang seketika,” kata Tantri.

Menurut Tantri, situasi tersebut membuat kondisi emosionalnya terganggu. Meskipun tetap menjalankan berbagai aktivitas pekerjaan, ia mengaku sulit berkonsentrasi karena terus memikirkan perkembangan kasus yang sedang dihadapi.

“Setelah 2×24 jam dengan status yang masih belum ketemu di mana posisinya, juga harus bekerja menghibur dan sempat ngejuri juga. Meski fisik ada di panggung, tetapi pikiran ke mana-mana karena terus menanti kabar. Apakah sudah ketemu orangnya atau belum, dan ternyata masih nihil,” tuturnya.

Tantri mengungkapkan bahwa dana yang selama ini ia siapkan untuk masa depan anak-anaknya ikut terdampak dalam peristiwa tersebut. Hal itu membuat dirinya merasa sangat kecewa karena kerugian yang dialami tidak hanya menyangkut kepentingan pribadi, tetapi juga keluarga.

“Hak anak-anak yang gue kumpulin selama ini fix lenyap! Asli tega banget lo jadi orang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Tantri menyebut dirinya bukan satu-satunya korban. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, terdapat banyak orang lain yang mengalami nasib serupa dengan jumlah kerugian yang sangat besar.

“Banyak banget korbannya sampai miliaran, semoga segera ketemu,” lanjutnya.

Rasa kecewa semakin mendalam karena sosok yang diduga terlibat dalam kasus tersebut merupakan orang yang sebelumnya dipercaya sebagai teman. Tantri mengaku tidak menyangka hubungan pertemanan yang dibangun justru berakhir dengan persoalan yang merugikan banyak pihak.

“Patah hati banget, dikira beneran mau jadi teman ternyata cuma dimanfaatin doang,” ungkapnya.

Meski demikian, Tantri masih membuka peluang penyelesaian secara baik-baik. Ia mengungkapkan bahwa para korban telah mengumpulkan berbagai bukti yang diperlukan, namun hingga saat ini masih berharap adanya itikad baik dari pihak yang diduga bertanggung jawab sebelum langkah hukum ditempuh.

“Korban dan buktinya sudah terkumpul semua. Saya masih pengin ketemu, sebelum ke jalur hukum yang sudah pasti bisa memenjarakan dirimu,” tegasnya.

Tantri juga mengaku memikirkan dampak yang mungkin akan dirasakan keluarga pihak yang diduga terlibat jika kasus tersebut berujung pada proses hukum. Namun di sisi lain, ia menilai para korban juga mengalami kerugian besar yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Aku kepikiran sama nasib tiga anak kamu, tetapi kalau dipikir-pikir toh kamu enggak memikirkan nasib korban yang harus menaruh tabungannya untuk biaya pengobatan kanker, tabungan anak-anak buat diputerin,” tambahnya.

Dalam keterangannya, Tantri menegaskan bahwa jumlah kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar. Ia juga menyebut pihak yang diduga melakukan penipuan telah menghilang selama beberapa hari tanpa memberikan kepastian maupun upaya penyelesaian.

“Yes, benar! Aku lagi kena penipuan sama teman sendiri, sudah 3×24 jam dia menghilang dan belum ada niat baik buat menyelesaikannya. Bukan aku saja yang kena tipu, tetapi banyak orang yang di total mencapai Rp 10 miliar,” katanya.

Tantri mengaku telah berupaya menemui keluarga dari pihak yang diduga terlibat. Namun menurutnya, keluarga yang bersangkutan memilih menyerahkan sepenuhnya penyelesaian persoalan tersebut kepada para korban.

“Pihak keluarga sudah tidak mau tahu, dan menyerahkan ke korban terserah mau diapain. Aku belum membuat laporan, karena korban hanya meminta haknya kembali,” tutupnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut dalam unggahan Tantri. Selain itu, kasus tersebut juga disebut belum dilaporkan secara resmi kepada aparat penegak hukum dan para korban masih menunggu penyelesaian secara baik-baik.

Aan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh