majalahsuaraforum.com – Ketua DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengajak seluruh elite partai politik untuk mengedepankan kedewasaan dan konsistensi dalam menyikapi berbagai dinamika politik nasional. Menurutnya, para pemimpin politik memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas kehidupan berbangsa dan bernegara.
Misbakhun menilai situasi politik yang dinamis membutuhkan sikap yang bijaksana dari seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, ia mengingatkan agar elite politik tidak membangun narasi yang berpotensi memicu ketegangan ataupun memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan kehadiran para pemimpin yang mampu memberikan solusi serta keteladanan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional, bukan justru mempertajam perbedaan melalui pernyataan-pernyataan yang provokatif.
“Tugas seluruh elite politik adalah menghadirkan solusi serta mengutamakan kepentingan bangsa dibandingkan kepentingan politik sesaat,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang sah dalam sistem demokrasi. Namun demikian, kritik seharusnya disampaikan secara konstruktif dengan tujuan memperbaiki keadaan, bukan untuk menciptakan kegaduhan politik yang dapat berdampak pada stabilitas nasional.
Misbakhun juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi ekonomi maupun dinamika geopolitik global. Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, masyarakat membutuhkan suasana yang menenangkan dan penuh optimisme.
Selain menyoroti pentingnya menjaga stabilitas politik, Misbakhun turut mengkritisi fenomena yang disebutnya sebagai sikap politik “dua kaki”. Ia menilai setiap partai politik harus memiliki posisi yang jelas, baik sebagai bagian dari pemerintahan maupun sebagai pihak yang berada di luar pemerintahan untuk menjalankan fungsi pengawasan.
Menurutnya, tidak tepat apabila suatu partai menikmati keuntungan politik ketika program pemerintah mendapatkan apresiasi masyarakat, tetapi kemudian mengambil jarak dan melancarkan kritik keras ketika muncul persoalan.
“Sikap politik dua kaki seperti itu tidak mencerminkan etika politik yang baik dan kurang elegan,” katanya.
Lebih lanjut, Misbakhun menegaskan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi bangsa tidak akan selesai hanya dengan saling menyalahkan antarpartai maupun kelompok politik. Sebaliknya, ia mendorong seluruh kekuatan politik untuk memperkuat semangat kolaborasi dan kerja sama dalam mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada.
Menurutnya, Indonesia memerlukan politik kebangsaan yang bertumpu pada gagasan, inovasi, serta kerja nyata untuk kepentingan rakyat. Ia berharap seluruh partai politik dapat mengedepankan kepentingan nasional dibandingkan kepentingan jangka pendek yang bersifat pragmatis maupun populis.
Dengan terciptanya iklim politik yang sehat, konsisten, dan bertanggung jawab, Misbakhun optimistis berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dapat diatasi melalui kerja sama seluruh elemen politik dan masyarakat.
Dw.











