Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Program kerja sama pengembangan pesawat tempur generasi baru antara Indonesia dan Korea Selatan memasuki tahap penting. Otoritas industri dirgantara Korea Selatan menyatakan bahwa satu unit prototipe pesawat tempur KF-21 akan segera diserahkan kepada Indonesia setelah mekanisme transfer antara kedua negara selesai difinalisasi.
Perwakilan Korea Aerospace Industries (KAI), perusahaan yang memimpin pengembangan pesawat tersebut, memastikan bahwa kesepakatan mengenai penyerahan prototipe sebenarnya telah dicapai. Saat ini, pembahasan hanya berfokus pada aspek teknis pelaksanaan pengalihan pesawat dan teknologi pendukungnya.
Team Leader International Business Development Asia Team 2 KAI, Park Seong-hee, mengatakan proses koordinasi masih berlangsung antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan.
“Saat ini, kedua pemerintah sedang membahas mekanisme transfer tersebut, terutama terkait aspek teknologi dan jadwal pelaksanaannya,” kata Park saat memberikan keterangan resmi di fasilitas produksi KAI di Sacheon, Korea Selatan, Jumat (12/6/2026).
Kelanjutan Kerja Sama Strategis Indonesia-Korea Selatan Menurut Park, proyek pengembangan KF-21 merupakan hasil kerja sama jangka panjang yang telah dibangun kedua negara selama bertahun-tahun. Program tersebut terus berlanjut dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Indonesia maupun Korea Selatan.
Ia menjelaskan bahwa pembahasan mengenai proyek tersebut sudah berlangsung sejak Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan hingga kini tetap menjadi bagian penting dari hubungan strategis kedua negara.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan pada April lalu juga disebut menjadi momentum penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan administratif dan kontraktual yang sempat menghambat kelanjutan proyek.
“Program ini berjalan dengan baik, dan saat ini kami sedang menyelesaikan kontraknya,” tambah Park.
Pihak KAI optimistis seluruh ketentuan yang tersisa dapat segera dirampungkan sehingga tahap implementasi berikutnya bisa berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Target Penyerahan 16 Unit Pesawat Tempur Selain menyerahkan satu unit prototipe, KAI juga menargetkan pengiriman 16 unit pesawat tempur KF-21 operasional kepada Indonesia pada tahap selanjutnya. Rencana tersebut merupakan bagian dari kerja sama pertahanan yang telah disepakati kedua negara dalam pengembangan pesawat tempur generasi baru tersebut.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia sekaligus meningkatkan keterlibatan industri nasional dalam proyek teknologi tinggi sektor dirgantara.
Indonesia Telah Menyelesaikan Kewajiban Kontribusi Pernyataan KAI tersebut sejalan dengan informasi yang sebelumnya disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan.
Cecep menyebut Indonesia telah memenuhi seluruh kewajiban kontribusi pembiayaan dalam proyek pengembangan KF-21 Boramae dan kini menunggu realisasi penyerahan unit pesawat yang telah disepakati.
“Prototipe dari enam pesawat KF-21 itu sudah disepakati dan akan diserahkan ke Indonesia, satu dari enam prototipe tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasikan,” kata Cecep saat ditemui di Kedutaan Besar RI di Seoul, Selasa (9/6/2026).
Dirancang Sebagai Jet Tempur Multiperan Generasi Baru KF-21 Boramae merupakan pesawat tempur multiperan yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan operasi udara modern. Pesawat ini dirancang guna memperkuat kemampuan tempur Angkatan Udara Korea Selatan sekaligus menjadi platform pertahanan yang dapat digunakan oleh negara mitra.
Bagi Korea Selatan, program KF-21 juga menjadi bagian dari strategi modernisasi kekuatan udara dengan menggantikan armada pesawat tempur generasi lama seperti F-4 dan F-5 yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
Selain memperkuat kemampuan militer, proyek ini juga menjadi simbol kemajuan industri pertahanan dan teknologi dirgantara Korea Selatan yang kini mampu mengembangkan pesawat tempur modern secara mandiri.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan KAI, pengiriman perdana pesawat KF-21 untuk memperkuat Angkatan Udara Korea Selatan atau ROKAF dijadwalkan mulai berlangsung pada September 2026. Sementara itu, Indonesia menunggu penyelesaian mekanisme transfer sebelum menerima satu unit prototipe yang telah dijanjikan dalam kerja sama tersebut.
Red.











