majalahsuaraforum.com – Rien Wartia Trigina atau yang dikenal sebagai Erin akhirnya memberikan penjelasan mengenai keputusannya mengganti tim kuasa hukum yang sebelumnya dipimpin oleh Sunan Kalijaga dalam penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Herawati yang tengah diproses di Polres Metro Jakarta Selatan.
Menurut Erin, keputusan tersebut diambil setelah muncul ketidaksesuaian dalam proses pendampingan hukum yang dijalankan. Ia mengaku telah memberikan kepercayaan penuh kepada Sunan Kalijaga sejak awal untuk menangani perkara yang dihadapinya.
Namun, di tengah perjalanan penanganan kasus, Erin mengaku terkejut karena terjadi pendelegasian perkara kepada pengacara lain tanpa adanya persetujuan atau pembicaraan terlebih dahulu dengan dirinya.
“Berawal dari sebenarnya saya sudah mempercayakan kepada Pak Sunan untuk menangani kasus saya. Lalu, tiba-tiba di pertengahan jalan Pak Sunan mendelegasikan ke lawyer yang belum saya sepakati sebelumnya ya. Berarti kan ini enggak profesional,” ujar Erin Taulany dikutip dari channel Reyben Entertainment, Rabu (3/6/2026).
Erin menjelaskan bahwa seluruh kewajiban yang menjadi bagian dari kesepakatan kerja sama hukum telah dipenuhinya. Ia menegaskan tidak ada persoalan terkait pembayaran jasa hukum karena semua telah diselesaikan sesuai perjanjian yang berlaku.
“Sebelumnya juga kewajiban dari dari yang Pak Sunan inginkan sudah kita penuhi. Pokoknya semua sudah kita sudah kita penuhi sesuai lawyer fee-nya, semua sudah beres. Jadi ya tinggal bekerja,” lanjutnya.
Ia menilai pergantian atau pendelegasian penanganan perkara seharusnya dibicarakan terlebih dahulu dengan klien. Karena tidak ada komunikasi sebelumnya, Erin mengaku merasa kurang berkenan dengan langkah tersebut.
“Setelah itu setelah bekerja di pertengahan jalan, baru dua minggu, tiba-tiba Pak Sunan mendelegasikan ke lawyer yang kemarin. Sebenarnya kan kita kurang berkenan karena kan tidak ada pembicaraan sebelumnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Erin menegaskan bahwa sejak awal dirinya memilih menggunakan jasa Sunan Kalijaga karena percaya terhadap kemampuan dan profesionalitas yang dimiliki pengacara tersebut. Oleh sebab itu, keputusan pendelegasian kepada pihak lain tanpa kesepakatan menjadi salah satu alasan utama dirinya melakukan pergantian kuasa hukum.
Saat dimintai tanggapan terkait unggahan Sunan Kalijaga yang menyebut ART sebagai bagian dari keluarga, Erin memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh dan mempersilakan publik menanyakan langsung maksud pernyataan tersebut kepada pihak yang bersangkutan.
“Soal postingan Sunan Kalijaga terkait ART bagian dari keluarga? Silakan aja tanggapi ke mereka langsung maksudnya apa gitu. Kalau saya enggak bisa nanggapin macam-macam lah,” katanya.
Meski memutuskan mengakhiri kerja sama profesional, Erin memastikan hubungan pribadinya dengan Sunan Kalijaga maupun keluarganya tetap berjalan baik. Ia menegaskan tidak ada konflik pribadi yang serius di antara mereka.
“Yang penting saya hubungannya baik kok sama mereka. Istrinya juga teman saya ya. Kita enggak ada masalah. Saya juga paham kenapa dia bikin seperti itu. Jadi, silakan langsung tanyakan ke beliau,” tutupnya.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan ART yang melibatkan Erin sendiri saat ini masih menjadi perhatian publik dan terus bergulir dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Aan.










