majalahsuaraforum.com – Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dipadati ribuan umat Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia maupun mancanegara pada Minggu (31/5/2026). Mereka hadir untuk mengikuti rangkaian puncak Perayaan Waisak Nasional 2570 Buddhis Era (B.E.) atau tahun 2026.
Perayaan tahun ini mencapai momen paling sakral pada pukul 15.44.44 WIB, saat umat Buddha melaksanakan doa dan meditasi bersama dalam peringatan detik-detik Waisak yang dipusatkan di kompleks Candi Borobudur. Kegiatan tersebut menjadi puncak dari seluruh rangkaian perayaan yang telah berlangsung sejak pagi hari.
Sejak awal hari, para peserta telah mengikuti berbagai agenda keagamaan yang dimulai dari kawasan Candi Mendut dan berakhir di Candi Borobudur. Ribuan umat terlihat mengikuti setiap prosesi dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.
Peringatan Waisak Nasional 2026 juga mendapat perhatian dari pemerintah. Sejumlah pejabat negara dijadwalkan hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Sebelum memasuki prosesi utama, umat Buddha bersama para anggota Sangha terlebih dahulu mengikuti pembacaan paritta yang berlangsung pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Pembacaan doa-doa suci tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan spiritual menuju rangkaian prosesi Waisak.
Usai pembacaan paritta, kegiatan dilanjutkan dengan Kirab Waisak yang dimulai dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur pada pukul 10.00 WIB. Ribuan peserta berjalan kaki mengikuti arak-arakan yang turut dimeriahkan oleh sejumlah mobil hias bertema ajaran Buddha, nilai toleransi, serta pesan perdamaian.
Setelah tiba di kawasan Borobudur, para umat mengikuti Puja Bakti Menyambut Peringatan Detik-Detik Waisak yang diselenggarakan di Zona 1 Lapangan Kenari. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.30 hingga 17.20 WIB tersebut diisi dengan doa bersama, meditasi, dan berbagai refleksi spiritual sebagai persiapan menjelang puncak peringatan Waisak.
Rangkaian acara tidak berhenti setelah peringatan detik-detik Waisak selesai. Panitia melanjutkan kegiatan dengan Prosesi dan Penerbangan Lentera Perdamaian sesi pertama yang digelar mulai pukul 17.00 hingga 19.30 WIB di kawasan Taman Lumbini dan Lapangan Marga Utama Candi Borobudur.
Penerbangan lentera menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan karena melambangkan harapan, kedamaian, dan doa bagi kehidupan yang lebih harmonis. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, perayaan Waisak Nasional 2026 kembali menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, toleransi, serta persaudaraan antarumat manusia.
Dw.










