majalahsuaraforum.com – Sebuah video yang diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, kembali memicu gelombang kecaman internasional setelah memperlihatkan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh aparat militer Israel terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Dalam rombongan tersebut, terdapat sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut serta dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Dalam unggahan di akun media sosial X miliknya, Ben Gvir menampilkan rekaman yang memperlihatkan seorang relawan perempuan dijambak oleh aparat, sementara relawan lain dipaksa berlutut dengan tangan terikat. Dalam video tersebut juga terlihat beberapa relawan diseret secara paksa oleh tentara Israel.
Alih-alih menunjukkan keprihatinan, tindakan tersebut justru dipublikasikan dengan nada provokatif. Ben Gvir bahkan terlihat tertawa sambil mengibarkan bendera Israel di lokasi kejadian.
Ia menuliskan keterangan singkat yang memicu kemarahan publik internasional:
Keterangan tersebut langsung menuai kritik luas karena dianggap merendahkan para relawan kemanusiaan yang tengah menjalankan misi bantuan untuk warga Gaza.
Kecaman dari Internal Pemerintahan Israel Kontroversi ini tidak hanya memicu reaksi dari luar negeri, tetapi juga menimbulkan ketegangan di internal pemerintahan Israel. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, secara terbuka mengecam tindakan Ben Gvir dan menyebutnya sebagai aksi yang merusak citra negara.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut justru merugikan upaya diplomasi dan kerja-kerja institusi resmi Israel di lapangan.
“Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang sudah dilakukan begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak pihak lainnya,” tegas Sa’ar melalui platform X.
Ia juga menambahkan pernyataan keras, “Tidak, Anda bukanlah wajah Israel.”
Respons Keras dari Italia Rekaman kekerasan tersebut juga memicu reaksi keras dari negara-negara asal para relawan. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengecam tindakan tersebut dan meminta Israel segera memberikan penjelasan serta membebaskan warganya yang ikut dalam rombongan GSF.
Meloni menilai perlakuan terhadap para relawan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Tak bisa ditoleransi para pengunjuk rasa ini, yang di antaranya banyak warga negara Italia, diperlakukan seperti ini. Tindakan tersebut jelas melanggar martabat manusia,” tegasnya.
Penangkapan Ratusan Relawan dan 9 WNI Armada Global Sumud Flotilla diketahui berangkat dari wilayah Turki bagian barat daya pada Kamis (14/5/2026). Rombongan tersebut terdiri dari sekitar 50 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Namun perjalanan itu dihentikan setelah pasukan Israel melakukan penyergapan di perairan internasional. Dalam operasi tersebut, kapal-kapal relawan disita dan para aktivis dibawa ke wilayah Israel.
Hingga Rabu (20/5/2026), dilaporkan sekitar 430 relawan telah ditangkap dan dipindahkan ke Pelabuhan Ashdod di Israel selatan.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel menyampaikan:
“Ke-430 aktivis telah dipindahkan ke kapal-kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka.”
Dari jumlah tersebut, sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) juga termasuk di dalamnya. Pemerintah Indonesia telah menyampaikan kecaman dan terus melakukan koordinasi diplomatik untuk memastikan pembebasan para WNI tanpa syarat.
Desakan Internasional atas Tindakan Israel Publik internasional semakin menyoroti tindakan yang dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional tersebut. Publikasi video oleh pejabat tinggi Israel memperkuat desakan agar lembaga internasional melakukan investigasi atas insiden penangkapan dan perlakuan terhadap relawan kemanusiaan GSF.
Situasi ini sekaligus menambah tekanan global terhadap Israel terkait penanganan misi kemanusiaan menuju Gaza, khususnya setelah adanya laporan keterlibatan warga sipil dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Red.











