majalahsuaraforum.com-Kepala Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Andi Yudho Sutijono menghadiri kegiatan Upacara Ikrar Setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Karanganyar. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam proses pembinaan dan deradikalisasi terhadap warga binaan tindak pidana terorisme yang telah menunjukkan perubahan sikap dan pemahaman kebangsaan.
Dalam kegiatan tersebut, dua warga binaan terorisme secara resmi menyatakan ikrar setia kepada NKRI setelah melalui proses pembinaan intensif di Lapas Khusus Karanganyar. Sebelumnya, kedua warga binaan diketahui memiliki pemahaman radikal hingga menganggap NKRI sebagai negara yang tidak sesuai dengan keyakinan mereka. Namun melalui pendekatan pembinaan, pembelajaran wawasan kebangsaan, serta pendampingan secara berkelanjutan, keduanya kini menyatakan kembali menerima dan bergabung dengan NKRI.
Upacara ikrar setia berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan program deradikalisasi dan pembinaan yang dilakukan oleh jajaran pemasyarakatan bersama aparat serta instansi terkait. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan aparat penegak hukum menunjukkan sinergi kuat dalam mendukung upaya pembinaan warga binaan terorisme agar kembali memiliki pemahaman yang moderat, cinta tanah air, dan menjunjung nilai kebangsaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Balai Pemasyarakatan Nusakambangan, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komando Pasukan Khusus Daun Lumbung Cilacap, Pangkalan TNI Angkatan Laut Cilacap, Komando Distrik Militer 0703/Cilacap, serta Kementerian Agama Kabupaten Cilacap. Kehadiran lintas instansi tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi dalam menjaga keamanan nasional sekaligus mendukung keberhasilan program deradikalisasi di lingkungan pemasyarakatan.
Andi Yudho Sutijono menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pembinaan yang telah dilakukan oleh jajaran Lapas Khusus Karanganyar. Menurutnya, perubahan sikap dan pemahaman warga binaan terorisme menjadi lebih moderat merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten, humanis, dan penuh pendekatan persuasif. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk kembali mencintai NKRI serta siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.(hil)











