majalahsuaraforum.com-Tim Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pusat melaksanakan kegiatan handling terhadap warga binaan kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan sikap, perilaku, serta pemahaman para warga binaan selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas. Kehadiran tim Idensos Densus 88 juga menjadi bentuk sinergi dalam mendukung program pembinaan dan deradikalisasi yang berjalan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan dialog, observasi, serta pendekatan secara humanis kepada warga binaan terorisme. Monitoring dilakukan guna mengetahui sejauh mana perubahan pola pikir dan sikap para warga binaan, apakah telah menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik dan moderat, atau masih memiliki pandangan yang keras terhadap paham radikal yang pernah dianut. Pendekatan persuasif menjadi salah satu metode utama agar proses pembinaan dapat berjalan efektif dan menyentuh aspek psikologis maupun sosial warga binaan.
Selain melakukan evaluasi terhadap perkembangan pemahaman warga binaan, tim Idensos Densus 88 pusat juga meninjau langsung kondisi warga binaan selama berada di Lapas Pasir Putih. Peninjauan meliputi kondisi kesehatan, pola pembinaan, interaksi sosial, hingga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembinaan berjalan sesuai standar serta tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan hak-hak warga binaan.
Pihak Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih menyambut baik kegiatan monitoring tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan warga binaan terorisme. Dengan adanya sinergi antara petugas lapas dan tim Idensos Densus 88 pusat, diharapkan warga binaan dapat terus menunjukkan perubahan positif, memiliki pemahaman yang lebih baik, serta siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih produktif dan menjunjung nilai-nilai kebangsaan.(hil)











