majalahsuaraforum.com — Kehadiran kendaraan taktis Maung buatan dalam negeri di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN Summit mendapat respons positif dari sejumlah delegasi negara peserta. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono yang berada langsung di lokasi kegiatan.
Sugiono menuturkan bahwa banyak koleganya dari negara lain memberikan tanggapan baik terhadap kehadiran kendaraan tersebut dalam forum internasional tersebut.
“Respons yang saya dapatkan lewat rekan-rekan sejawat saya juga positif,” kata Sugiono ke Filipina, Sabtu (9/5/2026).
Didorong Langsung oleh Presiden Sugiono menjelaskan bahwa kehadiran Maung di ajang internasional itu bukan tanpa arahan. Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta agar kendaraan tersebut dibawa ke Cebu sebagai bagian dari representasi Indonesia.
Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk nyata kebanggaan terhadap kemampuan industri pertahanan nasional.
“Ini satu bentuk kebanggaan bahwa kita telah mampu membuat suatu produksi mobil yang sejak pelantikan dipakai oleh Bapak Presiden, kemudian beliau kemarin berpesan untuk bisa membawa itu ke sana,” ujarnya.
Simbol Kapasitas Industri Dalam Negeri Sugiono menegaskan bahwa tampilnya Maung di forum internasional mencerminkan kemampuan Indonesia untuk hadir dengan produk sendiri di panggung global, khususnya dalam kerja sama multilateral.
Ia menilai hal tersebut bukan sekadar pameran teknologi, tetapi juga representasi kemandirian bangsa.
“Ini kebanggaan bangsa bahwa kita bisa hadir dalam satu forum internasional dengan peralatan yang mendukung dan produksi bangsa kita sendiri, khususnya ini mobil yang digunakan oleh Presiden,” katanya.
Maung dan Produksi PT Pindad Kendaraan taktis ringan Maung merupakan produk dari PT Pindad yang dikembangkan sebagai bagian dari alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.
Sejak pelantikan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024, kendaraan ini telah digunakan dalam sejumlah agenda resmi kenegaraan.
Kehadiran Maung di KTT ASEAN ke-48 dinilai menjadi salah satu bentuk diplomasi simbolik Indonesia dalam memperkenalkan kemampuan industri pertahanannya di tingkat internasional.
Lan.











