Home / TNI/Polri / Komando Humanis Jadi Penekanan Utama, Wakasad Minta Pimpinan Satuan Bangun Kedekatan dengan Prajurit

Komando Humanis Jadi Penekanan Utama, Wakasad Minta Pimpinan Satuan Bangun Kedekatan dengan Prajurit

majalahsuaraforum.com – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menegaskan bahwa kepemimpinan yang humanis harus menjadi landasan utama bagi setiap Komandan Satuan (Dansat) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mampu memberi instruksi, tetapi juga harus membangun hubungan yang erat, penuh kepedulian, serta memiliki ikatan emosional yang kuat dengan seluruh prajurit di bawah komandonya.

Penekanan tersebut disampaikan saat Wakasad memberikan pengarahan kepada peserta pendidikan Calon Komandan Brigade/Resimen (Danbrig/Danmen), Calon Komandan Batalyon (Danyon), Calon Komandan Detasemen (Danden), serta Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) yang berlangsung di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Bandung, Jawa Barat, pada Senin (20/4/2026).

Dalam arahannya, Wakasad menyoroti pentingnya kehadiran langsung seorang komandan di tengah anggotanya. Ia menilai komunikasi yang terjalin secara langsung akan memperkuat kepercayaan, meningkatkan semangat, serta membentuk soliditas satuan dalam menghadapi berbagai tugas.

“Tidak hanya dibutuhkan kepedulian, tidak hanya dibutuhkan pengarahan-pengarahan, tetapi hatimu harus ada di situ, kamu harus cek, kamu harus turun, kamu harus bicara langsung. Komunikasi langsung dengan anggota harus kalian lakukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakasad menjelaskan bahwa seorang komandan satuan harus mampu memerankan berbagai fungsi sekaligus, yakni sebagai figur orang tua, rekan kerja, guru, serta pelatih bagi para prajuritnya. Peran tersebut dinilai sangat penting dalam membentuk karakter prajurit yang tangguh, profesional, disiplin, dan memiliki integritas tinggi.

Melalui proses seleksi yang ketat dan sistem pendidikan yang telah dirancang secara terprogram, para peserta diharapkan mampu tumbuh menjadi pemimpin yang memberi pengaruh positif bagi satuannya. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat membangun motivasi, meningkatkan moral pasukan, serta memperkuat kekompakan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Wakasad juga mengingatkan bahwa pola kepemimpinan yang diterapkan harus mampu mendorong efektivitas pelaksanaan tugas secara terarah dan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, kepemimpinan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesiapan operasional dan kemajuan TNI Angkatan Darat secara keseluruhan.

Adapun jumlah peserta dalam pendidikan tersebut terdiri atas 27 orang peserta Pendidikan Danbrig/Danmen, 115 orang peserta pendidikan Danyon/Danden, serta 53 orang peserta pendidikan Wadanyon.

Program pendidikan ini dijalankan selama delapan minggu dengan sejumlah aspek penilaian yang meliputi Sikap dan Perilaku (Sikku), kemampuan jasmani, kemampuan menembak, renang militer, lintas medan, ketahanan mars, bela diri taktis, hingga kesegaran jasmani.

Dengan pola pembinaan tersebut, diharapkan para calon komandan mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya unggul secara taktis dan teknis, tetapi juga memiliki sentuhan humanis dalam membina serta memimpin setiap prajuritnya.

Dispenad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh