Home / Hiburan / Pesan Terakhir Vidi Aldiano kepada Habib Ja’far: Banyak Bertanya Soal Ibadah Saat Sakit

Pesan Terakhir Vidi Aldiano kepada Habib Ja’far: Banyak Bertanya Soal Ibadah Saat Sakit

majalahsuaraforum.com – Pendakwah Husein Ja’far Al Hadar atau yang dikenal sebagai Habib Ja’far mengungkapkan pesan terakhir yang pernah disampaikan oleh penyanyi Vidi Aldiano sebelum meninggal dunia. Hal itu disampaikan Habib Ja’far setelah menghadiri prosesi pemakaman Vidi di TPU Tanah Kusir pada Minggu (8/3/2026).

Habib Ja’far mengatakan bahwa selama hidupnya, Vidi sering berdiskusi dengannya mengenai berbagai persoalan agama, terutama terkait pelaksanaan ibadah. Meskipun keduanya sudah lama tidak bertemu secara langsung, komunikasi melalui pesan WhatsApp masih terus terjalin.

Menurutnya, hampir semua percakapan mereka berkaitan dengan upaya Vidi untuk memperbaiki kualitas ibadahnya, terutama saat kondisi kesehatannya semakin menurun.

“Kalau WhatsApp-an masih sering, dan semuanya, tidak pernah personal, tapi urusannya bertanya tentang berbagai hal soal ibadah,” ujar Habib Ja’far kepada awak media seusai pemakaman.

Pertanyaan Terakhir Soal Wudu dan Salat Saat Sakit Habib Ja’far menjelaskan bahwa pertanyaan terakhir yang diajukan Vidi berkaitan dengan tata cara beribadah ketika seseorang mengalami keterbatasan fisik akibat sakit.

Menurutnya, Vidi ingin memastikan bahwa dirinya tetap bisa menjalankan ibadah dengan benar meskipun kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk melakukan beberapa gerakan secara normal.

“Yang terakhir bertanya soal bagaimana keterbatasan beliau untuk berwudu dan salat. Jadi, semua komunikasinya tentang bagaimana beliau lebih memperbaiki diri, lebih meningkatkan ibadahnya, selalu tentang itu yang ditanyakan oleh beliau,” jelas Habib Ja’far.

Meninggal Setelah Berjuang Melawan Kanker Ginjal Penyanyi yang dikenal lewat lagu “Nuansa Bening” itu meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) dalam usia 35 tahun setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit kanker ginjal.

Habib Ja’far menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, terlebih wafatnya terjadi di bulan suci Ramadan yang dianggap sebagai waktu yang penuh keberkahan.

“Insya Allah sahabat kita, keluarga kita, Vidi Aldiano, dalam keadaan yang terbaik, karena di hari dan bulan yang terbaik, yaitu bulan suci Ramadan, dan hari diturunkannya Al-Qur’an, yaitu Nuzulul Quran 17 Ramadan,” katanya.

Penyakit Dapat Menjadi Penggugur Dosa Habib Ja’far juga menilai penyakit yang diderita Vidi selama sekitar tujuh tahun dapat menjadi penggugur dosa. Ia menambahkan bahwa selama masa sakitnya, Vidi justru semakin berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Justru semakin dekat kepada Allah, semakin banyak ibadahnya,” ujarnya.

Menurut Habib Ja’far, banyak orang mengenang Vidi sebagai pribadi yang baik. Dalam ajaran Islam, kesaksian orang-orang tentang kebaikan seseorang yang telah wafat dapat menjadi doa bagi almarhum.

Ajakan untuk Mendoakan dan Mengambil Pelajaran Habib Ja’far mengajak masyarakat untuk terus mendoakan Vidi sekaligus mengambil pelajaran dari perjalanan hidupnya.

“Hadiah terbaik untuk beliau adalah dua. Pertama, mendoakannya, dan yang kedua, kita memperbaiki diri agar ini menjadi pelajaran terbaik bagi kita semua,” ucapnya.

Jenazah Vidi Aldiano yang memiliki nama asli Oxavia Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Minggu pagi. Prosesi pemakaman suami dari aktris Sheila Dara Aisha tersebut berlangsung sekitar dua jam hingga pukul 10.00 WIB.

Sejumlah figur publik dari kalangan artis, musisi, hingga kreator digital turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Di antara sahabatnya, Vidi dikenal sebagai sosok yang hangat dan ramah hingga sering dijuluki sebagai “duta persahabatan.”

Aan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh