majalahsuaraforum.com – Rapat kerja perdana antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, dengan Komisi IX DPR RI berlangsung secara tertutup di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah pimpinan rapat meminta pandangan para anggota terkait status keterbukaan rapat yang berfokus pada pembahasan anggaran.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, yang memimpin jalannya rapat, terlebih dahulu meminta persetujuan peserta mengenai apakah rapat akan dilaksanakan secara terbuka atau tertutup.
“Saya bertanya kepada seluruh bapak ibu anggota, karena ini pembahasan rapat anggaran, apakah rapat ini terbuka atau tertutup?”
Mayoritas peserta rapat menyuarakan agar pembahasan dilakukan secara tertutup. Setelah mendapat persetujuan tersebut, pimpinan rapat memutuskan menutup akses rapat untuk publik.
“Seperti rapat-rapat kemarin waktu membahas anggaran dengan kementerian dan lembaga lain, rapat ini saya nyatakan tertutup untuk umum,” ujar Nihayatul.
Sebelum pembahasan dimulai, rapat sempat diskors beberapa saat untuk keperluan internal.
Fokus Pembahasan RKA dan RKP Tahun 2027 Agenda utama rapat dengar pendapat tersebut adalah membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 yang berkaitan dengan pelaksanaan program-program BGN, termasuk program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pembahasan anggaran BGN menjadi sorotan karena lembaga tersebut mengelola salah satu program dengan alokasi dana terbesar dalam APBN, yakni program penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat sasaran.
Pimpinan Baru BGN Fokus pada Efisiensi Anggaran Sebelumnya, Nanik S. Deyang mengungkapkan bahwa jajaran pimpinan baru BGN telah memulai konsolidasi internal pasca-perubahan struktur organisasi lembaga tersebut.
Menurutnya, salah satu prioritas utama yang sedang disiapkan adalah peningkatan efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengurangi cakupan penerima manfaat program.
Dalam konferensi pers perdananya di kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, awal Juni lalu, Nanik menjelaskan bahwa sejumlah langkah efisiensi tengah dirancang untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lebih optimal.
“Pada hari ini kami unsur pimpinan telah memulai konsolidasi internal BGN. Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran,” kata Nanik.
Ia menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh mengurangi target sasaran program yang telah ditetapkan pemerintah.
Anggaran MBG Masih Berpotensi Diefisienkan Nanik menyebut BGN masih membuka ruang untuk melakukan penghematan lebih lanjut di berbagai sektor operasional meskipun anggaran program telah mengalami penyesuaian.
Menurutnya, langkah efisiensi diperlukan agar penggunaan dana negara menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kami berharap masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran. Jadi kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang,” ujarnya.
Saat ini, anggaran yang dikelola BGN untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dilaporkan berada pada kisaran Rp268 triliun setelah mengalami sejumlah penyesuaian.
Rapat tertutup antara BGN dan Komisi IX DPR tersebut menjadi pertemuan pertama sejak Nanik S. Deyang resmi memimpin lembaga yang bertanggung jawab mengelola kebijakan dan pelaksanaan program gizi nasional tersebut. Pembahasan anggaran yang dilakukan diharapkan menjadi dasar penyusunan program dan kebutuhan pendanaan BGN pada tahun anggaran 2027.
Dw.











