Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Presiden Israel, Isaac Herzog, melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di tengah berlanjutnya invasi Rusia yang telah memasuki tahun keempat.
Dalam percakapan yang berlangsung pada Kamis (26/2/2026) tersebut, Herzog menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak perang yang terus dirasakan rakyat Ukraina sejak invasi Rusia dimulai pada 24 Februari 2022.
Sampaikan Belasungkawa dan Dukungan Moral Berdasarkan pernyataan resmi dari kantor kepresidenan Israel, Herzog menyampaikan empati atas besarnya korban jiwa serta penderitaan yang dialami masyarakat Ukraina.
“Presiden Herzog menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada Presiden Zelensky dan rakyat Ukraina atas kehilangan nyawa yang dahsyat dan menyampaikan doa untuk semua yang terluka secara fisik dan spiritual,” demikian pernyataan dari kantor Herzog.
Selain ungkapan simpati, Herzog juga menyatakan kesiapan Israel untuk terus memberikan dukungan diplomatik maupun bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak konflik.
Dukung Ukraina di Forum PBB Dalam pembicaraan tersebut, Herzog turut menyinggung posisi Israel dalam forum internasional, termasuk dukungan dalam pemungutan suara terbaru di Majelis Umum PBB.
“Selama percakapan telepon tersebut, Presiden Herzog menyebutkan dukungan Israel untuk Ukraina dalam pemungutan suara baru-baru ini di Majelis Umum PBB, serta upaya berkelanjutan Israel untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang terdampak perang,” tambah pernyataan itu.
Sikap tersebut menegaskan komitmen Israel dalam mendukung upaya internasional yang bertujuan meredakan konflik dan meringankan beban kemanusiaan akibat perang.
Bahas Inisiatif Perdamaian yang Dipimpin AS Kantor Herzog juga mengungkapkan bahwa kedua pemimpin membahas sejumlah inisiatif diplomatik global untuk menghentikan perang. Salah satunya adalah upaya yang dipimpin Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Disebutkan bahwa pembahasan mencakup berbagai langkah internasional signifikan untuk mengakhiri perang serta menghentikan penderitaan dan kehilangan nyawa dalam skala besar.
Invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai sejak Februari 2022 telah menyebabkan ratusan ribu korban jiwa dari kedua belah pihak, serta memicu krisis kemanusiaan berkepanjangan di kawasan tersebut.
Red.











