majalahsuaraforum.com – Striker Liverpool, Hugo Ekitike, membagikan kisahnya menjalani ibadah puasa Ramadan untuk pertama kalinya di Inggris bersama klub barunya. Pemain asal Prancis itu mengaku menikmati suasana Ramadan tahun ini yang menurutnya memiliki makna spiritual yang mendalam.
Bagi Ekitike, Ramadan bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan dengan agama dan keluarga.
“Saya pikir Ramadan adalah bulan yang baik untuk lebih dekat dengan agama dan keluarga Anda, melakukan perbuatan baik, dan lebih suci dari biasanya,” kata Ekitike di Instagram @liverpoolfc.
Ramadan Pertama di Inggris Penyerang berusia 23 tahun itu menuturkan bahwa dirinya tetap menjalankan puasa seperti biasa meski harus beradaptasi dengan lingkungan dan kultur sepak bola Inggris yang kompetitif.
“Tentu saja, saya berpuasa. Saya menghabiskan bulan yang indah dengan berpuasa. Menjamu tamu di rumah saya dan kami berbagi buka puasa bersama,” imbuh striker tersebut.
Ramadan kali ini menjadi pengalaman baru bagi Ekitike karena ia merasakannya di Inggris sejak bergabung dengan Liverpool pada bursa transfer musim panas 2026. Ia didatangkan dari Eintracht Frankfurt dengan nilai transfer mencapai 95 juta euro atau sekitar Rp1,89 triliun.
Sejauh musim ini berjalan, Ekitike telah tampil dalam 35 pertandingan dengan catatan 15 gol dan 4 assist, menunjukkan kontribusi signifikan bagi lini serang The Reds.
Dukungan Klub dan Rekan Setim Liverpool sendiri memiliki sejumlah pemain Muslim di dalam skuadnya, seperti Mohamed Salah dan Ibrahima Konate. Kehadiran mereka membuat Ekitike merasa tidak sendirian dalam menjalani ibadah puasa di tengah jadwal padat kompetisi.
“Kami memiliki beberapa pemain Muslim di tim, jadi saya tahu klub akan membantu kami melewati bulan ini,” papar Ekitike.
Ia menegaskan bahwa manajemen klub telah memberikan dukungan penuh kepada para pemain yang menjalankan ibadah puasa.
“Kami sudah membicarakannya, dan saya tahu kami mendapat dukungan seratus persen dari klub. Saya sangat bersemangat tentang hal itu,” tandasnya.
Selain dari klub, dukungan juga datang dari otoritas kompetisi. Premier League memberikan kelonggaran bagi pemain yang berpuasa untuk berbuka di tengah pertandingan sesuai dengan protokol yang telah diterapkan sejak musim lalu.
Dengan dukungan tersebut, Ekitike optimistis dapat tetap menjaga performa di lapangan sekaligus menjalankan ibadah Ramadan secara maksimal.
Jay.











