majalahsuaraforum.com – Kepedulian Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali ditunjukkan melalui aksi gotong royong pembangunan jembatan darurat di Desa Setie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat (30/1/2026). Pembangunan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk memulihkan akses transportasi warga yang terganggu akibat kerusakan jembatan penghubung desa.
Kegiatan tersebut melibatkan personel Koramil 03/Timang Gajah bersama prajurit Yonif 114/Satria Musara (SM) yang bekerja bahu-membahu dengan masyarakat setempat. Sinergi antara TNI dan warga terlihat jelas selama proses pengerjaan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.
Kehadiran prajurit TNI di tengah-tengah warga merupakan bentuk nyata komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran aktivitas sosial dan perekonomian desa yang sebelumnya terhambat akibat rusaknya akses penghubung.
Danramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut bersifat sementara agar mobilitas warga dapat segera kembali normal. Proses pengerjaan dilakukan dengan memanfaatkan material yang tersedia di sekitar lokasi sehingga jembatan dapat segera digunakan.
“Jembatan darurat ini menjadi solusi cepat agar akses warga kembali terbuka sambil menunggu pembangunan jembatan permanen oleh pihak terkait,” ujarnya.
Selama pembangunan berlangsung, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat tampak begitu kuat. Keterlibatan aktif warga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus dijaga melalui berbagai kegiatan pembinaan teritorial di wilayah.
Masyarakat Desa Setie pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI AD. Kehadiran jembatan darurat ini dinilai sangat membantu aktivitas sehari-hari warga, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun sosial.
Dengan selesainya pembangunan jembatan darurat tersebut, diharapkan akses antarwilayah desa kembali lancar dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal sambil menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen oleh instansi terkait. (Dispenad)











