majalahsuaraforum.com – Nama Manohara Odelia Pinot kembali menjadi perbincangan publik seiring mencuatnya isu child grooming yang belakangan ramai disorot. Isu tersebut kembali mengemuka setelah aktris Aurelie Moeremans membagikan kisah kelamnya melalui buku Broken Strings, yang kemudian memicu warganet mengaitkannya dengan pengalaman pahit serupa yang pernah dialami Manohara.
Sorotan publik terhadap Manohara tak lepas dari kisah masa lalunya saat menikah dengan seorang pangeran asal Malaysia ketika usianya masih sangat muda. Saat itu, beredar kabar bahwa pernikahan tersebut terjadi atas dorongan sang ibu dengan alasan menjamin kehidupan mewah bagi putrinya.
Padahal, dari sisi usia dan kesiapan mental, Manohara dinilai belum layak membina rumah tangga. Pernikahan di usia belia tersebut justru berujung pada pengalaman kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang meninggalkan trauma mendalam hingga bertahun-tahun kemudian.
Luka lama itu kembali terkuak setelah muncul sebuah akun Instagram bernama aisyah_nadawi yang diduga merupakan akun palsu milik ibunya. Akun tersebut berupaya membela diri terkait keputusan menikahkan Manohara di usia dini. Menanggapi hal itu, Manohara secara terbuka membalas dan menuding akun tersebut hanyalah kedok ibunya atau orang suruhannya, yang ia sebut sebagai flying monkeys.
“I have a feeling this fake account is my mom or one of her ‘flying monkeys’. Same patterns same words,” tulis Manohara melalui akun Instagram pribadinya, @manodelia.
Lebih jauh, Manohara juga melabeli ibunya sebagai sosok dengan gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD). Atas dasar itulah, ia mengaku memilih untuk memutus hubungan sepenuhnya dengan sang ibu demi menjaga kesehatan mentalnya.
Pernyataan tersebut memicu respons balik dari akun aisyah_nadawi, yang menuding Manohara sebagai anak durhaka karena membuka aib orang tua ke ruang publik. Akun tersebut juga menuding Manohara masih menyimpan dendam mendalam dan memintanya untuk berkaca pada diri sendiri.
Meski demikian, Manohara justru mendapat gelombang dukungan luas dari warganet. Banyak yang menilai Manohara sebagai penyintas sekaligus korban nyata dari praktik child grooming dan kekerasan yang dialaminya di masa lalu, serta mengapresiasi keberaniannya untuk bersuara demi kesehatan mentalnya sendiri.
Aan.











