majalahsuaraforum.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa perekonomian Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut dibuktikan dengan capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen pada kuartal III tahun 2025, yang dinilai lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain seperti Singapura, Arab Saudi, dan China.
Meskipun angka tersebut sedikit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12 persen, Airlangga menyebut pencapaian ini tetap mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang stabil dan solid.
“Pertumbuhan 5,04 persen pada triwulan III 2025 menunjukkan kekuatan fundamental ekonomi nasional, didorong konsumsi rumah tangga yang solid, investasi yang terus meningkat, serta kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi dengan baik,” ujar Airlangga.
Airlangga menambahkan, perekonomian nasional tetap tangguh berkat peran berbagai sektor, terutama konsumsi rumah tangga, investasi yang tumbuh stabil, serta dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang sinergis. Ia juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan banyak negara di kawasan Asia dan anggota G20.
Menurut data yang ia paparkan, pertumbuhan ekonomi Arab Saudi tercatat sebesar 5,0 persen, China hanya mencapai 4,8 persen, sementara Singapura berada di 2,9 persen, dan Korea Selatan sebesar 1,7 persen. Dengan capaian tersebut, Airlangga menyebut Indonesia berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan.
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa International Monetary Fund (IMF) telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026, mencerminkan keyakinan lembaga internasional terhadap daya tahan ekonomi nasional.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor jasa pendidikan dan jasa perusahaan, yang meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas penyewaan serta layanan tenaga kerja. Adapun kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih didominasi oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
Sementara dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Hal ini didukung oleh berbagai stimulus pemerintah, peningkatan mobilitas masyarakat, serta membaiknya daya beli pascapandemi.
Investasi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Hingga kuartal III 2025, total investasi tercatat mencapai Rp 1.434,3 triliun.
Indikator lain yang menunjukkan optimisme adalah Indeks PMI Manufaktur Indonesia yang pada Oktober 2025 berada di level 51,2, menandakan bahwa sektor manufaktur masih berada pada fase ekspansif dan memiliki potensi untuk terus tumbuh di periode berikutnya.
“Dengan capaian ini, Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 tetap berada di jalur positif dan inklusif,” pungkas Airlangga.
Pemerintah, lanjut Airlangga, akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat sektor riil, meningkatkan produktivitas industri, serta mempercepat realisasi investasi. Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh Indonesia.
Lan.










