Majalahsuaraforum.com – Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyampaikan komitmennya untuk membangun kepercayaan militer dengan Korea Utara (Korut) serta menegaskan bahwa pemerintahannya tidak memiliki niat untuk memusuhi Pyongyang.
Pernyataan itu disampaikan Lee Jae Myung pada Jumat (15/8/2025), sehari setelah Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korut Kim Jong Un, menyatakan bahwa Korea Utara tidak berminat memperbaiki hubungan dengan Korsel.
Komitmen Pemerintahan Baru
Lee Jae Myung, yang terpilih menjadi Presiden Korsel pada Juni 2025, menegaskan bahwa pemerintahannya akan konsisten mengambil langkah-langkah konkret demi menurunkan ketegangan dan membangun kembali kepercayaan di antara kedua negara.
“Saya berjanji untuk menghubungi Korut dan mengupayakan dialog tanpa prasyarat. Kami menegaskan rasa hormat Koresel terhadap sistem Korea Utara saat ini,” ujar Lee Jae Myung, sebagaimana dilansir Channel News Asia, Sabtu (16/8/2025).
Penolakan Permusuhan
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Lee menambahkan bahwa Korea Selatan tidak ingin terlibat dalam bentuk permusuhan apa pun dengan Korea Utara. Ia menegaskan harapannya agar Pyongyang mau merespons langkah positif yang ditawarkan Seoul.
“Saya berharap Korut akan merespons upaya kami untuk memulihkan kepercayaan dan menghidupkan kembali dialog di antara Korsel dan Korut. Korut dan Korsel bukanlah musuh,” pungkas Presiden Lee Jae Myung.
Tantangan Diplomasi Antar-Korea
Meskipun komitmen damai ini ditegaskan, jalan menuju rekonsiliasi masih penuh tantangan. Pernyataan Kim Yo Jong yang menolak kemungkinan memperbaiki hubungan dengan Korsel memperlihatkan bahwa Pyongyang masih enggan membuka pintu dialog.
Kendati demikian, Lee Jae Myung tetap menegaskan bahwa langkah-langkah diplomasi dan pembangunan kepercayaan akan terus diupayakan. Bagi pemerintahannya, menjaga stabilitas kawasan dan mencegah ketegangan lebih lanjut adalah prioritas utama demi masa depan Semenanjung Korea.
Pen. Red.











