**
Madrid, Spanyol – 1 Juni 2025. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, melakukan kunjungan kerja ke Madrid, Spanyol, dalam rangka memperkuat diplomasi pariwisata Indonesia melalui partisipasi dalam forum internasional dan pertemuan bilateral strategis. Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah kehadiran Wamenpar dalam sesi ke-123 Dewan Eksekutif Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO), di mana Indonesia bertindak sebagai perwakilan dari Komisi Asia Timur dan Pasifik.
Dalam sesi penting tersebut, Dewan Eksekutif UNWTO membahas pemilihan calon Sekretaris Jenderal periode 2026–2029. Shaikha Al Nowais dari Uni Emirat Arab resmi ditunjuk sebagai kandidat tunggal, sekaligus mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang dicalonkan untuk posisi tersebut. Wamenpar Ni Luh Puspa menyambut baik proses pemilihan tersebut dan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung kepemimpinan yang inklusif dan inovatif dalam sektor pariwisata global.
Selain mengikuti forum multilateral, Wamenpar juga mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan mitra strategis dari Spanyol, India, Meksiko, dan Tunisia. Dalam pertemuan tersebut, Ni Luh Puspa memaparkan lima program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, termasuk pengembangan destinasi wisata prioritas, promosi kawasan ekonomi khusus pariwisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, serta kerja sama investasi dan digitalisasi sektor pariwisata.
“Melalui pertemuan ini, kami mendorong kolaborasi yang konkret dalam bentuk program promosi bersama, pertukaran tenaga ahli, serta investasi langsung pada sektor-sektor prioritas pariwisata Indonesia,” ujar Ni Luh Puspa.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat citra pariwisata Indonesia di mata dunia, Wamenpar juga memanfaatkan kunjungan ke Madrid untuk mempromosikan program unggulan “Indonesia Spice Up the World”. Ia mengunjungi Restaurante Garuda Madrid, salah satu restoran Indonesia di Spanyol yang menyajikan berbagai hidangan khas Nusantara. Program ini bertujuan mendukung ekspansi restoran Indonesia di mancanegara serta meningkatkan ekspor produk pangan olahan dan rempah-rempah Indonesia.
“Kuliner adalah jembatan budaya yang sangat efektif. Melalui makanan, kita bisa memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi Indonesia secara lebih luas,” tambahnya.
Kunjungan kerja ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata global yang kompetitif, berkelanjutan, dan kaya budaya. Diplomasi pariwisata yang aktif di tingkat internasional dinilai krusial dalam menghadapi tantangan dan dinamika industri pariwisata pascapandemi.
Ditulis oleh: Dahlan.











