majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Nusakambangan menerima kunjungan Tim Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap dalam rangka koordinasi dan pendataan potensi sektor pertanian yang dikembangkan di lingkungan Lapas Terbuka Nusakambangan, Minggu (31/11/2026).
Kedatangan Tim BPS Cilacap disambut oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Terbuka Nusakambangan, Rizki Febriyanto. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya koordinasi dan pengumpulan informasi terkait aktivitas serta potensi pertanian yang ada di lingkungan Lapas Terbuka.
Sebagai salah satu unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang mengembangkan program pembinaan kemandirian, Lapas Terbuka Nusakambangan memiliki berbagai kegiatan produktif di bidang pertanian, perkebunan, dan hortikultura. Kegiatan tersebut meliputi pengelolaan lahan pertanian, budidaya tanaman pangan, serta pengembangan berbagai komoditas hortikultura yang melibatkan warga binaan.
Petugas BPS Kabupaten Cilacap, Ratna Widhayanti, menyampaikan bahwa pendataan ini menjadi bagian dari upaya memperoleh informasi mengenai potensi dan aktivitas sektor pertanian.
“Kami berharap melalui koordinasi ini dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kegiatan dan potensi pertanian di Lapas Terbuka Nusakambangan. Data tersebut penting untuk mendukung penyediaan statistik pertanian yang akurat dan menggambarkan kondisi di lapangan,” ungkap Ratna.
Kasubbag Tata Usaha, Rizki Febriyanto, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan pertanian, perkebunan, dan hortikultura yang dikembangkan di Lapas Terbuka merupakan potensi yang perlu didokumentasikan dengan baik.
“Kami menyambut baik koordinasi dengan BPS Kabupaten Cilacap. Berbagai kegiatan pertanian yang kami kembangkan tidak hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga merupakan potensi produktif yang dapat memberikan kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan,” jelas Rizki.
Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Nusakambangan menyampaikan bahwa pengembangan sektor pertanian merupakan salah satu bentuk komitmen dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian warga binaan.
“Kami terus mendorong pengembangan pertanian, perkebunan, dan hortikultura agar semakin produktif dan berkelanjutan. Kami berharap melalui sinergi dengan BPS, potensi yang dimiliki Lapas Terbuka dapat terdata dengan baik sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Kalapas.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara Lapas Terbuka Nusakambangan dan BPS Kabupaten Cilacap, khususnya dalam mendukung ketersediaan data sektor pertanian serta pengembangan program ketahanan pangan.(hil)










