Home / Hukum - Kriminal / Gelorakan Sumpah Pemuda ke-98, Kalapas, Pegawai, WBP, dan Peserta Magang Bersatu Tanam Petai di Lapas Pemuda Plantungan

Gelorakan Sumpah Pemuda ke-98, Kalapas, Pegawai, WBP, dan Peserta Magang Bersatu Tanam Petai di Lapas Pemuda Plantungan

majalahsuaraforum.com-Semangat kebersamaan dan produktivitas mewarnai momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan. Jajaran lapas yang terdiri dari Kepala Lapas, para pegawai, warga binaan pemasyarakatan (WBP), hingga peserta magang bahu-membahu melaksanakan aksi nyata berupa penanaman bibit tanaman petik komoditas petai (Parkia speciosa), Rabu (28/10/2026).
Lapas Pemuda Plantungan menggelar aksi penanaman bersama bibit tanaman petik berupa petai (Parkia speciosa) di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) lapas sebagai wujud nyata produktivitas dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan kolaboratif ini melibatkan Kepala Lapas (Kalapas) Pemuda Plantungan Suharno, S.H., M.H., jajaran pegawai lapas, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta peserta magang yang sedang bertugas atau belajar di Lapas Pemuda Plantungan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Aksi ini dilakukan untuk memaknai semangat Sumpah Pemuda melalui kerja nyata dan gotong royong, sekaligus membangun sinergi antara petugas, warga binaan, dan dunia pendidikan dalam mendukung program ketahanan pangan serta pembinaan kemandirian. Kegiatan dilakukan secara gotong royong di mana Kalapas, pegawai, peserta magang, dan WBP turun langsung ke lapangan untuk mencangkul, menyiapkan lubang tanam, hingga menanam bibit petai bersama-sama dalam suasana yang akrab dan penuh semangat kebangsaan.
Kepala Lapas Pemuda Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pelibatan seluruh elemen dalam menanam pohon pete ini merefleksikan nilai-nilai gotong royong yang diwariskan oleh para pemuda pahlawan bangsa.
“Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini kita peringati bukan sekadar dengan upacara formal, tetapi dengan aksi nyata yang produktif. Melalui penanaman pohon pete bersama antara Kalapas, pegawai, WBP, dan adik-adik peserta magang, kita ingin menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan untuk masa depan,” ujar Suharno.
Lebih lanjut, Suharno menekankan bahwa pemilihan tanaman petik seperti petai merupakan investasi jangka panjang untuk kemandirian dan keterampilan kerja di dalam lapas.
“Kami memilih menanam tanaman petik agar hasilnya bisa dirasakan secara berkelanjutan. Ini adalah proses pembinaan di mana pegawai dan peserta magang membimbing para warga binaan agar memiliki keahlian bertani yang handal. Harapannya, semangat menanam hari ini juga menjadi cerminan dari penanaman nilai-nilai positif dan optimisme bagi para warga binaan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *