majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan budidaya tanaman tomat buah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemupukan menggunakan pupuk NPK untuk mendukung pertumbuhan tanaman, menjaga produktivitas budidaya, sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang pertanian guna mendukung ketahanan pangan.
Pemupukan dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman agar pertumbuhan akar, batang, dan daun berlangsung optimal. Pemberian pupuk NPK yang mengandung unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dilakukan dengan memperhatikan usia tanaman, kondisi media tanam, serta dosis yang dianjurkan. Melalui kegiatan ini, WBP turut belajar memahami tahapan pemeliharaan tanaman dan pentingnya pemberian nutrisi yang tepat dalam proses budidaya.
Selain pemupukan, perawatan tanaman tomat juga dilakukan melalui penyiraman sesuai kebutuhan, pemantauan kondisi daun dan batang, serta pengawasan terhadap potensi serangan hama dan penyakit. Keterlibatan WBP dalam kegiatan perawatan tanaman diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktis, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam mengelola kegiatan pertanian secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, **Bapak Suharno, S.H., M.H.**, menyampaikan bahwa budidaya tanaman tomat merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana untuk membekali WBP dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.
“Melalui kegiatan budidaya tomat ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada WBP untuk belajar dan mengembangkan keterampilan di bidang pertanian. Dengan terlibat langsung dalam proses pemeliharaan tanaman, mulai dari pemupukan hingga perawatan, warga binaan diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat untuk membangun kemandirian setelah kembali ke masyarakat,” ujar Bapak Suharno.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif melalui program pembinaan kemandirian berbasis pertanian. Selain memberikan pengalaman praktik kepada WBP, budidaya tomat buah juga diharapkan mampu menghasilkan komoditas pangan yang bermanfaat serta mendukung penguatan ketahanan pangan di lingkungan lapas.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terus mendorong pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan keterampilan WBP. Upaya ini sekaligus mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan serta pengembangan kegiatan pertanian yang melibatkan warga binaan.(hil)












