majalahsuaraforum.com-Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan pertanian yang produktif dan bermanfaat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman tanaman rosella bersama warga binaan pada Senin (19/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung upaya penguatan ketahanan pangan di lingkungan lapas.
Penanaman rosella dilaksanakan sebagai sarana untuk memberikan pengalaman dan keterampilan kepada warga binaan dalam bidang budidaya tanaman. Melalui kegiatan ini, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam proses penanaman, mulai dari persiapan media tanam hingga penanaman bibit. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Tanaman rosella dipilih karena memiliki potensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai tanaman produktif. Bagian kelopak bunga rosella dapat diolah menjadi berbagai produk, salah satunya minuman herbal. Dengan pengelolaan yang tepat, budidaya rosella berpotensi menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal proses pertanian sekaligus memahami peluang pengembangan produk yang memiliki nilai tambah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui program ketahanan pangan. Pengembangan berbagai jenis tanaman di lingkungan lapas diharapkan dapat memperkaya kegiatan pembinaan kemandirian sekaligus mendorong warga binaan untuk lebih produktif selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Bapak Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penanaman rosella merupakan salah satu bentuk pengembangan kegiatan pembinaan yang diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis dan manfaat berkelanjutan bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan penanaman rosella ini, kami ingin mendorong warga binaan agar semakin aktif dan produktif dalam mengikuti program pembinaan. Selain mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk mempelajari keterampilan budidaya tanaman yang dapat dikembangkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Bapak Suharno.
Beliau juga berharap agar kegiatan pertanian di lingkungan lapas dapat terus dikembangkan secara konsisten dan memberikan manfaat yang semakin luas. Dengan keterlibatan aktif warga binaan, program pembinaan diharapkan tidak hanya mengisi kegiatan sehari-hari secara positif, tetapi juga membentuk kemandirian, meningkatkan keterampilan, dan menumbuhkan semangat untuk memperbaiki diri.
Melalui penanaman rosella bersama warga binaan, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terus berkomitmen mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berorientasi pada manfaat nyata. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan serta pembentukan warga binaan yang terampil, mandiri, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.(hil)











