majalahsuaraforum.com-Komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan terus diwujudkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan melalui kegiatan penebaran benih ikan bawal dan nila sebanyak 6.900 ekor. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kepala Lapas Pemuda Plantungan, Suharno, SH,MH. bersama Yayasan Lereng Gunung Prau sebagai bentuk sinergi dalam mengembangkan sektor perikanan dan meningkatkan produktivitas lahan di lingkungan lapas.
Penebaran benih ikan tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam mengoptimalkan pemanfaatan kolam sebagai sarana kegiatan kemandirian bagi warga binaan. Melalui pengelolaan yang terarah, budidaya ikan diharapkan mampu menghasilkan panen yang bermanfaat sekaligus menjadi media pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan di bidang perikanan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia. Dengan pendampingan petugas serta dukungan mitra, warga binaan diharapkan dapat terlibat secara aktif dalam proses pemeliharaan ikan, mulai dari pemberian pakan, pemantauan kondisi air, hingga perawatan kolam dan pengawasan pertumbuhan ikan.
Kepala Lapas Pemuda Plantungan, Suharno SH,MH. menegaskan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak merupakan langkah penting untuk mendorong keberhasilan program pembinaan kemandirian.
“Penebaran 6.900 benih ikan bawal dan nila ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan lapas. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan nyata kepada warga binaan agar nantinya dapat menjadi bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat,” tegas Suharno SH,MH.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Lereng Gunung Prau, Bapak Nunung, menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi yang dibangun bersama Lapas Pemuda Plantungan.
Menurut Nunung, kerja sama dalam bidang budidaya perikanan merupakan langkah positif untuk mengembangkan potensi produktif di lingkungan lapas. Ia berharap penebaran benih ikan tersebut dapat menjadi awal dari pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, memberikan manfaat bagi kegiatan pembinaan warga binaan, serta mendukung penguatan ketahanan pangan.
“Harapan kami, kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata. Budidaya ikan membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan perawatan yang konsisten. Kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ungkap Nunung.
Melalui sinergi antara Lapas Pemuda Plantungan dan Yayasan Lereng Gunung Prau, program budidaya ikan diharapkan berkembang secara berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga memperkuat pembinaan berbasis keterampilan dan produktivitas, sejalan dengan upaya pemasyarakatan dalam membekali warga binaan agar mampu menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.(hil)










