majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia untuk mendukung program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan memperkuat ketahanan pangan. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, Lapas Pemuda Plantungan melaksanakan kegiatan pembukaan dan penyiapan lahan idle atau lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk selanjutnya ditanami sayuran berupa bayam dan kangkung.
Kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian di lingkungan lapas. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal kini dipersiapkan agar dapat menjadi area produktif yang memberikan manfaat bagi pelaksanaan kegiatan pembinaan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan lapas.
Dalam prosesnya, penyiapan lahan dilakukan sebagai tahap awal sebelum memasuki kegiatan penanaman. Pengolahan lahan menjadi bagian penting untuk memastikan area siap digunakan sebagai media budidaya sayuran. Pemilihan bayam dan kangkung juga diharapkan dapat mendukung pengembangan pertanian sederhana yang mudah diterapkan serta berpotensi menghasilkan panen dalam waktu relatif singkat apabila didukung perawatan yang baik.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan dapat memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas pertanian yang produktif. Selain memanfaatkan lahan yang tersedia, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk mengenal tahapan budidaya tanaman, mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga proses panen. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan di bidang pertanian setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan idle merupakan bentuk komitmen lapas dalam mengembangkan pembinaan yang produktif, bermanfaat, dan berkelanjutan.
“Lahan yang tersedia harus dapat kita manfaatkan secara optimal agar memberikan nilai tambah. Melalui penanaman bayam dan kangkung ini, kami ingin mendorong warga binaan agar memiliki keterampilan praktis di bidang pertanian, membangun kemandirian, serta menumbuhkan semangat untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas,” ujar Suharno.
Lebih lanjut, program pemanfaatan lahan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap pembukaan dan penanaman, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui perawatan tanaman dan pengelolaan hasil panen yang baik. Dengan demikian, lahan yang sebelumnya belum produktif dapat memberikan manfaat nyata bagi pembinaan warga binaan sekaligus menjadi salah satu potensi pendukung kebutuhan pangan lapas.
Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan produktivitas warga binaan. Optimalisasi lahan idle melalui budidaya bayam dan kangkung ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang produktif, memperkuat ketahanan pangan, serta mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang berguna untuk kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.(hil)









