majalahsuaraforum.com – Kabar duka datang dari Korea Selatan. Yoo Ji-won, influencer lari sekaligus peneliti semikonduktor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), meninggal dunia setelah pingsan saat mengikuti ajang Seoul Race 2026 pada Minggu (11/10/2026).
Yoo Ji-won meninggal pada usia 25 tahun. Ia diketahui merupakan mahasiswa pascasarjana di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST). Insiden tersebut terjadi ketika dirinya mengikuti lomba setengah maraton dengan jarak total 21 kilometer.
Berdasarkan informasi yang beredar, Yoo kehilangan kesadaran saat berada di kilometer 20,6, atau sekitar 500 meter sebelum mencapai garis finis.
Panitia penyelenggara Seoul Race mengonfirmasi kabar meninggalnya peserta tersebut melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada para peserta pada Senin (12/10/2026).
“Sekitar pukul 08.49 pada 11 Oktober, terjadi keadaan darurat ketika seorang peserta setengah maraton pingsan pada kilometer ke-20,6. Setelah pertolongan pertama segera diberikan di tempat kejadian, peserta itu dibawa ke fasilitas medis dengan ambulans 119 untuk perawatan, tetapi sayangnya, meninggal dunia,” bunyi pernyataan resmi dari panitia penyelenggara, dikutip dari Malay Mail, Rabu (14/10/2026).
Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang medis belum memberikan konfirmasi mengenai penyebab pasti kematian Yoo Ji-won, yang lahir pada 2001 tersebut.
Dikenal sebagai Influencer Lari dan Peneliti AI
Yoo Ji-won mulai menekuni olahraga lari jarak jauh pada 2022. Ia kemudian membangun komunitas pengikut melalui akun Instagram dengan membagikan aktivitas latihan dan perjalanan berlarinya di tengah kesibukan sebagai peneliti AI yang bekerja di laboratorium.
Konsistensinya dalam berlari membuat Yoo dikenal sebagai salah satu pelari jarak jauh nonprofesional di Korea Selatan. Ia mampu menunjukkan prestasi yang menonjol meskipun menjalani aktivitas akademik dan pekerjaan di bidang teknologi.
Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi pada 15 Maret 2026. Saat itu, Yoo berhasil menyelesaikan Maraton Seoul dalam kategori maraton penuh dengan catatan waktu 2 jam, 56 menit, dan 32 detik.
Hasil tersebut menempatkannya dalam kelompok pelari yang mampu menyelesaikan maraton di bawah tiga jam, atau dikenal dengan istilah sub-3. Pencapaian ini tergolong istimewa, terutama bagi pelari amatir.
Sebelum mencatatkan prestasi tersebut, Yoo Ji-won juga pernah meraih kemenangan dalam kategori master putri 10 kilometer pada Maraton Gunsan Saemangeum.
Kepergiannya setelah insiden di Seoul Race 2026 menjadi kabar duka bagi dunia lari Korea Selatan, khususnya bagi para pengikut yang selama ini menyaksikan perjalanan dan dedikasinya dalam olahraga lari.
farhan.










