Home / Hukum - Kriminal / LATIH DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB WBP, DITJENPAS LAPAS PEMUDA PLANTUNGAN GELAR UPACARA KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

LATIH DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB WBP, DITJENPAS LAPAS PEMUDA PLANTUNGAN GELAR UPACARA KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

 

majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIB Plantungan melaksanakan Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara sebagai salah satu bentuk pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan blok Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan tersebut berlangsung tertib dan khidmat dengan melibatkan WBP secara langsung sebagai petugas upacara, Kamis (17/09).

Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 17 setiap bulannya. Selain menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai kebangsaan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembinaan WBP, khususnya dalam membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan kemampuan bekerja sama.

Keterlibatan WBP sebagai petugas upacara menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pelaksanaan kegiatan. WBP diberikan kepercayaan untuk menjalankan berbagai tugas dalam upacara, sehingga mereka dapat belajar menjalankan tanggung jawab sesuai peran yang diberikan. Penunjukan tersebut juga menjadi kesempatan bagi WBP untuk melatih kesiapan, kedisiplinan, serta kemampuan mengikuti suatu kegiatan secara teratur.

Sejak sebelum pelaksanaan, para WBP yang bertugas telah mempersiapkan diri dan berlatih sesuai dengan tugas masing-masing. Saat upacara berlangsung, seluruh petugas menjalankan perannya dengan tertib, mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hingga petugas lainnya.

Bagi WBP yang menjadi petugas, pelaksanaan upacara tidak hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman pembinaan. Kepercayaan yang diberikan mendorong WBP untuk belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban, menjaga kedisiplinan, serta bekerja sama dengan petugas dan WBP lainnya agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, seluruh WBP yang mengikuti upacara sebagai peserta juga diarahkan untuk mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. Nilai-nilai yang disampaikan dalam upacara diharapkan dapat menjadi pengingat bagi WBP untuk terus membangun sikap positif, menghormati aturan, serta meningkatkan kesadaran sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara.

Bapak Kalapas Suharno S.H., M.H. menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara secara rutin menjadi salah satu sarana pembinaan yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada WBP, terutama dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Upacara ini kita laksanakan rutin setiap tanggal 17. WBP juga kita libatkan sebagai petugas sebagai bagian dari pembinaan. Mereka kita berikan kepercayaan untuk menjalankan tugas, sehingga dari situ mereka belajar disiplin, bertanggung jawab, dan bekerja sama. Hal-hal sederhana seperti ini tetap penting dalam proses pembinaan,” ujar Bapak Kalapas Suharno S.H., M.H.

Menurut Bapak Kalapas, pembinaan terhadap WBP tidak hanya dilakukan melalui program-program tertentu, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kegiatan sehari-hari. Dengan diberikan ruang untuk terlibat dan menjalankan tanggung jawab, WBP diharapkan dapat membangun kebiasaan positif yang nantinya dapat diterapkan ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Pelaksanaan Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara di Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan pun menjadi bagian dari upaya pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Melalui keterlibatan aktif WBP dalam setiap kegiatan, Lapas Pemuda Plantungan terus mendorong terbentuknya sikap disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran diri sebagai bekal bagi WBP dalam menjalani proses pembinaan hingga nantinya kembali ke tengah masyarakat.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh