Home / TNI/Polri / Bursa Calon Kapolri Kembali Mengemuka, Komjen Pol Karyoto Masuk Daftar Figur yang Diperhitungkan

Bursa Calon Kapolri Kembali Mengemuka, Komjen Pol Karyoto Masuk Daftar Figur yang Diperhitungkan

majalahsuaraforum.com – Perbincangan mengenai sosok yang berpotensi mengisi jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali mencuat. Salah satu nama yang kembali menjadi perhatian adalah Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, yang dinilai sebagai salah satu figur kuat untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Sebelumnya, nama Komjen Pol Karyoto sempat tidak banyak dibicarakan dalam dinamika pergantian Kapolri. Kondisi tersebut disebut-sebut berkaitan dengan adanya pertimbangan politik mengenai hubungan keluarganya dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Hubungan tersebut terjalin setelah putri Komjen Pol Karyoto yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, menikah dengan putra sulung Dedi Mulyadi, Maula Akbar. Di tengah menguatnya dukungan publik terhadap Dedi Mulyadi untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, hubungan kekerabatan tersebut menjadi sorotan.

Dalam berbagai kalkulasi politik di tingkat elite, kedekatan antara calon pejabat tinggi negara dengan tokoh politik yang memiliki basis dukungan besar dinilai dapat memengaruhi dinamika politik nasional. Faktor inilah yang disebut menjadi salah satu penyebab nama Komjen Pol Karyoto sempat memunculkan perdebatan dalam pembahasan mengenai calon Kapolri.

Terlepas dari berbagai spekulasi politik tersebut, Komjen Pol Karyoto dikenal memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Perwira kelahiran Pemalang, 27 Oktober 1968, itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1990 dari Batalyon Dhira Brata. Selama berkarier, ia banyak berkecimpung di bidang reserse serta memperkuat kompetensinya melalui pendidikan di PTIK dan Lemhannas.

Sebelum dipercaya memimpin Baharkam Polri, Komjen Pol Karyoto menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya ke-41 sejak 27 Maret 2023 hingga 5 Agustus 2025. Sebelumnya lagi, ia mengemban tugas sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada periode 2020–2023.

Saat bertugas di KPK, ia memimpin penanganan sejumlah perkara korupsi besar, termasuk kasus suap izin ekspor benih lobster yang menyeret mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Penanganan perkara tersebut menjadi salah satu catatan penting yang menunjukkan kapasitas dan integritasnya dalam penegakan hukum.

Ketika menjabat Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Karyoto juga dinilai mampu mengelola berbagai tantangan keamanan di ibu kota yang memiliki tingkat kompleksitas politik dan sosial tinggi. Kepemimpinannya disebut berhasil menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dalam aspek transparansi, Komjen Pol Karyoto juga secara rutin melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan laporan terbaru, total kekayaannya tercatat mencapai sekitar Rp11,5 miliar, meningkat dibandingkan laporan periodik per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp9,84 miliar.

Munculnya kembali nama Komjen Pol Karyoto dalam bursa calon Kapolri memunculkan pertanyaan mengenai faktor yang akan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan pimpinan tertinggi Polri. Apakah rekam jejak profesional dan pengalaman akan menjadi dasar utama, ataukah dinamika politik turut memberikan pengaruh dalam proses tersebut.

Di sisi lain, harapan masyarakat tetap tertuju pada lahirnya sosok Kapolri yang mampu menjaga keamanan nasional, memperkuat kehormatan institusi Polri, serta menjalankan tugas secara profesional tanpa dipengaruhi kepentingan politik praktis dari pihak mana pun.

Hil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh