Home / Nasional / Republik Ganjal Upaya Demokrat Hentikan Operasi Militer AS ke Iran

Republik Ganjal Upaya Demokrat Hentikan Operasi Militer AS ke Iran

majalahsuaraforum.com-Ketegangan politik di Amerika Serikat kembali memanas setelah upaya Partai Demokrat untuk menghentikan serangan militer terhadap Iran gagal di parlemen. Anggota legislatif dari Partai Republik berhasil menghalangi pengesahan resolusi yang bertujuan membatasi kewenangan presiden dalam melancarkan operasi militer.
Langkah penggagalan ini dipimpin oleh Chris Smith, anggota DPR dari New Jersey. Dalam sesi singkat yang dikenal sebagai pro forma pada Kamis (9/4), ia menutup jalannya sidang sebelum anggota Demokrat sempat meloloskan resolusi melalui persetujuan mutlak.
Resolusi yang diajukan oleh Partai Demokrat tersebut berisi tuntutan agar pemerintah Amerika Serikat segera menghentikan operasi militernya terhadap Iran. Selain itu, mereka juga ingin memastikan bahwa setiap tindakan militer ke depan harus mendapatkan persetujuan dari Kongres.
Meskipun sidang tersebut hanya bersifat simbolis karena berlangsung di masa reses, para pemimpin Demokrat di DPR dan Senat menegaskan akan kembali mengajukan resolusi serupa setelah masa jeda berakhir. Mereka berkomitmen untuk terus mendorong pembatasan kekuasaan presiden dalam urusan perang.
Dalam beberapa bulan terakhir, Partai Demokrat berulang kali mencoba meloloskan resolusi pembatasan wewenang perang. Tujuannya adalah memaksa Presiden Donald Trump untuk meminta izin Kongres sebelum melakukan aksi militer, baik terhadap Iran maupun negara lain seperti Venezuela. Namun, upaya tersebut selalu menemui jalan buntu.
Ketegangan semakin meningkat setelah pernyataan keras Trump awal pekan ini yang mengancam kehancuran besar terhadap Iran. Ucapan tersebut memicu kekhawatiran luas, khususnya di kalangan Demokrat, yang menilai retorika tersebut berbahaya dan berpotensi melanggar prinsip kemanusiaan internasional.
Sebagian anggota Demokrat bahkan menyerukan pemakzulan terhadap Trump. Mereka menilai kebijakan luar negeri yang agresif dapat menyeret negara ke konflik besar tanpa kontrol legislatif yang memadai.
Mengacu pada Konvensi Jenewa 1949, tindakan militer dilarang menyasar fasilitas sipil dan objek vital masyarakat. Hal ini menjadi salah satu dasar kekhawatiran Demokrat terhadap eskalasi konflik.
Anggota DPR dari California, Sara Jacobs, menyampaikan kritik keras terhadap pernyataan presiden. Dalam konferensi pers di luar Gedung Capitol, ia menegaskan:
“Mengancam genosida bukanlah taktik negosiasi.”
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran mendalam atas arah kebijakan militer AS yang dinilai semakin berisiko memperburuk situasi global.
Ke depan, perdebatan antara kedua partai besar di AS ini diperkirakan akan terus berlanjut, terutama terkait batas kewenangan presiden dalam memutuskan tindakan militer tanpa persetujuan Kongres.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh