Home / Ekonomi / Mentan Tegaskan MBG Bukan Sekadar Program Sosial, Tapi Instrumen Penggerak Ekonomi Rakyat

Mentan Tegaskan MBG Bukan Sekadar Program Sosial, Tapi Instrumen Penggerak Ekonomi Rakyat

majalahsuaraforum.com — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang sebagai kebijakan strategis yang memiliki dampak ekonomi jangka panjang. Ia menekankan bahwa MBG bukan hanya program bantuan sosial, melainkan instrumen yang secara langsung berpihak kepada petani dan peternak kecil.

Dalam keterangannya di kompleks Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026), Amran menjelaskan bahwa MBG berperan penting dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. Program ini dinilai mampu menyerap hasil produksi ketika terjadi kelebihan pasokan di pasar, sehingga harga komoditas tidak jatuh dan merugikan produsen di tingkat bawah.

“MBG ini membuat harga telur stabil. MBG menyerap telur dan ayam manakala harga turun, dan selebihnya swasta yang mengekspor,” kata Amran.

Menurutnya, skema tersebut menciptakan pola kerja sama yang saling menguntungkan antara pemerintah dan sektor swasta. Ketika harga komoditas anjlok akibat produksi melimpah, MBG bertindak sebagai penyerap utama. Sementara itu, pelaku usaha swasta tetap memiliki ruang untuk menyalurkan sisa produksi ke pasar ekspor.

Dengan mekanisme tersebut, terbentuk sinergi dalam rantai pasok antara petani dan peternak skala kecil dengan perusahaan besar. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat struktur distribusi pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan usaha para produsen kecil.

Amran menilai dampak MBG tidak berhenti pada stabilitas harga semata. Program ini juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat secara luas.

“MBG itu adalah dia multiplier effect-nya menggerakkan ekonomi di masyarakat. Harga sayur naik, kemudian harga tomat naik, yang biasa jatuh dengan harga rendah (stabilitas harga). MBG adalah solusi permanen untuk ekonomi rakyat,” papar Amran.

Selain pelaksanaan MBG, pemerintah turut menggulirkan kebijakan lain untuk memperkuat ekonomi akar rumput. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini dirancang untuk memotong rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang dan tidak efisien.

Amran menjelaskan bahwa sebelumnya rantai pasok dapat mencapai delapan tahap sebelum produk sampai ke tangan konsumen. Melalui koperasi, jalur distribusi akan dipersingkat sehingga petani dapat langsung menyalurkan hasil produksi ke koperasi, dan dari koperasi langsung kepada masyarakat.

“Kemudian nanti koperasi, koperasi adalah tujuannya memotong supply chain rantai pasok, yang dahulu delapan rantainya. Kini dari petani langsung koperasi, koperasi langsung rakyat. Inilah masalah-masalah kita hadapi di bawah dan ini diselesaikan oleh bapak presiden Republik Indonesia,” pungkas Amran.

Ia menambahkan, langkah-langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat serta penguatan kelembagaan desa sebagai fondasi kesejahteraan nasional.

Dengan pendekatan tersebut, MBG diproyeksikan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat struktur ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh