majalahsuaraforum.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu mengumumkan bahwa sembilan kapal Angkatan Laut Iran telah dihancurkan dan ditenggelamkan dalam rangkaian operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform X dan dikutip oleh Military Times pada Senin (2/3/2026). Dalam pernyataannya, Trump menegaskan keberhasilan serangan terhadap armada laut Iran.
“Saya baru saja diberitahu bahwa kami telah menghancurkan dan menenggelamkan 9 kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting,” tulis Trump.
Ia juga menyampaikan bahwa serangan terpisah telah melumpuhkan fasilitas penting militer Iran. Trump menambahkan bahwa markas besar Angkatan Laut Iran sebagian besar telah dihancurkan dalam operasi berbeda yang dilakukan sebelumnya.
“ Kami akan mengejar sisanya—Mereka akan segera mengapung di dasar laut juga!” tulis Trump.
Korvet Kelas Jamaran Jadi Target Awal Operasi Sementara itu, pejabat dari United States Central Command (CENTCOM) pada Minggu pagi mengonfirmasi bahwa salah satu target utama dalam fase awal operasi militer yang diberi nama Operation Epic Fury adalah korvet kelas Jamaran milik Iran.
“Kapal tersebut saat ini sedang tenggelam ke dasar Teluk Oman di dermaga Chah Bahar,” bunyi pernyataan CENTCOM.
CENTCOM juga mengutip pesan Presiden AS yang menyerukan agar pasukan Iran menghentikan perlawanan. Dalam pernyataan resminya, komando militer AS itu menyampaikan:
“Seperti yang dikatakan presiden, anggota angkatan bersenjata Iran, IRGC, dan polisi ‘harus meletakkan senjata Anda’. Tinggalkan kapal,” lanjut CENTCOM.
Eskalasi Konflik Kian Memanas Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Operasi militer yang disebut sebagai bagian dari perang gabungan AS-Israel melawan Iran tersebut memperlihatkan intensitas serangan yang semakin luas, termasuk terhadap aset strategis Angkatan Laut Iran.
Dengan klaim hancurnya sembilan kapal perang serta rusaknya markas besar Angkatan Laut Iran, situasi di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan semakin tidak stabil. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Iran terkait rincian kerusakan maupun respons lanjutan atas pernyataan tersebut.
Red.











