majalahsuaraforum.com – Pemain sepak bola asal Jepang, Ryo Matsumura, resmi menyampaikan salam perpisahan kepada Persija Jakarta dan para pendukung setianya, Jakmania, setelah hampir tiga musim memperkuat tim berjuluk Macan Kemayoran.
Melalui pernyataan tertulis yang diunggah di media sosial, Ryo mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus membagikan pengalaman selama membela klub ibu kota tersebut. Dalam pesannya, ia juga menyinggung kondisi keuangan Persija yang sempat sulit ketika dirinya masih mengenakan seragam merah-oranye.
Ryo membuka pernyataannya dengan rasa syukur karena diberi kesempatan menjadi pemain Jepang pertama dalam sejarah Persija. Ia menyebut perjalanan bersama klub sebagai pengalaman berharga yang akan selalu ia kenang.
“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah mengizinkan saya menjadi bagian dari Persija selama hampir tiga tahun sebagai pemain Jepang pertama dalam sejarah klub besar ini,” tulis Ryo dikutip dari akun media sosial miliknya, Selasa (10/2/2026).
Dalam ungkapan selanjutnya, Ryo secara terbuka mengakui bahwa Persija pernah menghadapi masa sulit akibat persoalan finansial. Ia menyebut situasi tersebut bahkan berdampak langsung pada para pemain.
“Hingga musim lalu, tim harus melewati periode yang sangat sulit karena masalah keuangan. Ada saat-saat ketika gaji tidak dibayarkan selama berbulan-bulan sejak awal musim,” ungkapnya.
Selain masalah keuangan, Ryo juga menyinggung kondisi pertandingan yang harus dijalani tanpa dukungan penuh suporter di stadion. Namun, ia menegaskan tetap berusaha memberikan kontribusi terbaik untuk tim meski dalam berbagai keterbatasan.
“Meski menghadapi semua itu, saya tetap berusaha memberikan yang terbaik dan terus berkontribusi untuk tim, dan itu sepenuhnya karena kalian, para pendukung,” tulis Ryo.
Salah satu momen paling berkesan bagi Ryo selama berseragam Persija adalah saat mencetak gol pertamanya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Ia mengaku suasana luar biasa di stadion menjadi kenangan yang tak terlupakan.
“Saya masih sangat mengingat gemuruh luar biasa ketika mencetak gol pertama saya di GBK. Itu adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan,” katanya.
Ryo juga mengungkap bahwa dirinya sempat mengalami cedera pada awal musim. Berkat dukungan tim medis Persija, ia mampu pulih lebih cepat dari perkiraan dan kembali bermain dalam kondisi prima. Namun, pemulihan itu justru beriringan dengan kenyataan bahwa ia harus meninggalkan klub.
“Itulah mengapa saya benar-benar kecewa karena kini harus menunjukkan diri saya bukan sebagai pemain Persija, melainkan sebagai pemain klub lain,” tulisnya.
Meski telah berpisah, Ryo menilai kondisi Persija saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ia menyebut situasi finansial klub kini sudah stabil dan tim berada dalam momentum positif.
“Musim ini kondisi keuangan klub sudah stabil, dan saya percaya tim sedang menikmati periode yang sangat positif,” ungkap Ryo.
Di bagian akhir pernyataannya, Ryo menyampaikan terima kasih kepada mantan pelatih Persija, Thomas Doll, rekan-rekan setim, serta seluruh staf klub. Ia juga mendoakan Persija agar terus meraih kesuksesan di masa depan.
“Saya mendoakan semua yang terlibat dengan Persija agar terus meraih kesuksesan dan keberuntungan di masa depan,” tutup Ryo.
Jay.











