Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak ke sebuah pabrik baja milik perusahaan asal China yang diduga menjalankan praktik penghindaran pajak dengan tidak menyetorkan pajak pertambahan nilai (PPN).
Dalam kegiatan sidak tersebut, Purbaya turut didampingi oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto.
Sesampainya di lokasi, Purbaya langsung memasuki kawasan pabrik dan melakukan dialog dengan jajaran administrasi perusahaan. Namun, para pemilik maupun pimpinan perusahaan tidak berada di tempat saat inspeksi berlangsung.
Dari hasil penelusuran awal, Purbaya menyebut bahwa praktik serupa diduga tidak hanya dilakukan oleh satu perusahaan saja, melainkan melibatkan lebih banyak entitas dalam sektor tersebut.
“40 [entitas] yang melakukan praktik seperti ini, yang mereka menjual langsung ke klien tanpa PPN. Mereka bilang case based. Saya rugi banyak di mana PPN-nya jadi berkurang,” ujar Purbaya saat ditemui wartawan, Kamis (5/2/2026).
Selain persoalan PPN, Purbaya juga menyoroti adanya kemungkinan manipulasi pajak penghasilan badan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tengah membenahi praktik-praktik semacam ini agar tercipta iklim usaha yang sehat dan adil.
“Yang kedua adalah income perusahaan jangan ditekan ke bawah. Jadi dari income tax juga seharusnya. Kita ingin perbaiki itu supaya ke depan nggak ada lagi proses seperti ini. Supaya ada persaingan yang fair di pasar,” katanya.
Menurut Purbaya, langkah penindakan dan perbaikan sistem perpajakan diperlukan untuk menjaga keadilan antar pelaku usaha serta mencegah distorsi pasar akibat praktik penghindaran pajak.
Sidak ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengejar penerimaan negara sekaligus memastikan bahwa perusahaan-perusahaan besar, termasuk milik investor asing, menjalankan kewajiban perpajakan sesuai aturan.
Lan.











