Home / TNI/Polri / Redam Bentrokan Berkepanjangan, TNI-Polri Gelar Razia Sajam dan Bongkar Tenda di Kwamki Narama

Redam Bentrokan Berkepanjangan, TNI-Polri Gelar Razia Sajam dan Bongkar Tenda di Kwamki Narama

majalahsuaraforum.com – Aparat gabungan TNI dan Polri melakukan razia senjata tajam serta membongkar tenda-tenda darurat yang selama ini digunakan sebagai tempat berkumpul dua kelompok warga yang terlibat konflik di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya meredam konflik horizontal yang telah berlangsung sejak Oktober 2025. Bentrokan antarwarga itu tercatat telah menewaskan lebih dari 10 orang dan menimbulkan keresahan berkepanjangan di wilayah tersebut.

Selain razia senjata tajam, aparat keamanan juga terus mendorong kedua kelompok yang bertikai agar segera menghentikan kekerasan dan menempuh jalur perdamaian. Pemerintah daerah pun dilibatkan secara aktif dalam proses mediasi guna mengakhiri konflik.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, razia dilakukan untuk menekan potensi terjadinya kekerasan lanjutan serta memulihkan situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama.

“Kami lakukan razia alat-alat tajam. Pemda juga ada upaya mendamaikan pihak-pihak yang bertikai,” kata Billy kepada wartawan di Timika, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, Polres Mimika terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menyelesaikan konflik dua kelompok warga yang dipicu oleh kasus perselingkuhan tersebut. Menurutnya, penyelesaian konflik membutuhkan sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Billy juga menegaskan bahwa aparat tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba menghambat proses perdamaian atau memprovokasi situasi.

“Apabila ada pihak lain atau provokator yang tidak menginginkan adanya perdamaian, kami akan tangkap dan proses hukum,” ujarnya.

Kepada masyarakat Distrik Kwamki Narama, Kapolres Mimika mengimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu konflik lanjutan. Ia memastikan aparat keamanan akan terus melakukan pengamanan secara maksimal.

Saat ini, sebanyak 400 personel gabungan TNI dan Polri telah dikerahkan untuk mengamankan wilayah Distrik Kwamki Narama. Pengamanan difokuskan agar konflik tidak meluas ke wilayah lain di Kota Timika dan situasi keamanan tetap terkendali.

Sebelumnya, Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rapat tersebut bertujuan merumuskan langkah-langkah tegas untuk mengakhiri pertikaian antarwarga.

Bupati Johannes Rettob juga meminta aparat penegak hukum untuk menindak para pelaku konflik sesuai hukum positif yang berlaku, sekaligus mengimbau kedua kelompok yang bertikai agar segera menghentikan kekerasan dan memilih jalur damai demi keamanan bersama.

Hil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh