majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Karanganyar terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang berkelanjutan bagi warga binaan, termasuk dalam bidang kerohanian. Kali ini, Lapas Karanganyar menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap dalam menyelenggarakan program pembinaan rohani yang dikemas secara kreatif melalui siaran broadcast internal. Program ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual warga binaan agar tetap memiliki ketenangan batin, semangat untuk berubah, serta harapan baru dalam menjalani masa pidana, Senin (20/10/25).
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembinaan rohani ini tidak dilakukan secara tatap muka langsung, melainkan melalui sistem siaran broadcast yang disiarkan ke seluruh blok hunian. Hal ini dilakukan mengingat Lapas Karanganyar merupakan lembaga pemasyarakatan khusus yang menampung warga binaan dengan kategori berisiko tinggi. Melalui sistem siaran ini, warga binaan tetap dapat mengikuti ceramah, kajian, maupun tausiyah tanpa harus meninggalkan kamar hunian mereka. Kepala Lapas Karanganyar, Riko Purnama Candra, menyampaikan, “Kami ingin memastikan pembinaan rohani tetap berjalan optimal, namun dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.”
Program siaran broadcast ini berisi berbagai materi keagamaan, mulai dari kajian Al-Qur’an, motivasi hidup Islami, hingga pesan moral tentang pentingnya introspeksi diri dan memperbaiki akhlak. Materi-materi tersebut disusun oleh para penyuluh agama dari Kementerian Agama Kabupaten Cilacap yang telah berpengalaman dalam memberikan pembinaan bagi masyarakat di berbagai lapisan.
Dengan demikian, warga binaan tetap memperoleh siraman rohani yang relevan dengan kondisi dan tantangan yang mereka hadapi di dalam lapas. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi media pembentuk karakter dan penyemangat bagi mereka dalam menapaki jalan menuju perubahan diri yang lebih baik.
Dengan adanya kerja sama antara Lapas Karanganyar dan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap ini, diharapkan sinergi antara pembinaan keagamaan dan pembinaan kepribadian dapat berjalan seimbang. Lapas Karanganyar berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang konstruktif dan inspiratif, demi mewujudkan tujuan pemasyarakatan yang sesungguhnya, yakni membentuk manusia seutuhnya yang menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan kembali menjadi anggota masyarakat yang berguna.(hil)











