Home / Kabar Berita / Pakar Sebut Penahanan Aktivis Flotilla di Gaza oleh Israel sebagai Genosida Terencana

Pakar Sebut Penahanan Aktivis Flotilla di Gaza oleh Israel sebagai Genosida Terencana

majalahsuaraforum.com – 4 Oktober 2025  Penangkapan sejumlah kapal Global Sumud Flotilla dan penahanan aktivis kemanusiaan yang tengah berlayar menuju Gaza oleh angkatan laut Israel di Laut Mediterania menuai kecaman internasional. Pakar hubungan internasional menilai aksi ini sebagai bentuk genosida sistematis terhadap rakyat Gaza.

Dr. Zain Maulana, Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menegaskan bahwa langkah Israel merupakan upaya terencana untuk menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

“Mereka tidak mengizinkan jalur laut maupun darat dibuka, karena tujuan utamanya bukan perdamaian, melainkan mengosongkan Gaza. Ini yang saya sebut sebagai bentuk genosida, upaya sistematis untuk menghapuskan seluruh kehidupan di sana,” ujar Zain pada Jumat (3/10/2025).

Menurut Zain, serangan yang terjadi di laut internasional memperburuk pelanggaran hukum yang dilakukan Israel. Kapal Flotilla yang membawa pangan dan obat-obatan sama sekali tidak membahayakan Israel, sehingga penangkapan puluhan aktivis dari lebih 40 negara dapat dikategorikan sebagai penculikan.

“Kalau bicara hukum internasional, serangan ini jelas pelanggaran. Pertama, itu merupakan penculikan terhadap aktivis-aktivis dari berbagai negara karena terjadi di laut internasional. Kedua, misi flotilla ini murni kemanusiaan dan tanpa senjata, sehingga tidak ada alasan Israel untuk menggunakan kekerasan,” jelasnya.

Zain juga menyoroti sikap negara-negara Eropa, seperti Spanyol dan Italia, yang meski sempat mengirim kapal perang untuk mengawal flotilla, akhirnya menarik mundur armadanya.

“Kalau negara-negara itu konsisten mendukung, tekanan terhadap Israel akan lebih kuat. Sayangnya, kepentingan politik dan diplomasi membuat negara-negara pro-Palestina memilih mundur, meski menuai protes keras dari warganya sendiri,” tegas Zain.

Lebih lanjut, Zain menekankan bahwa Indonesia seharusnya mengambil peran lebih berani dalam situasi ini. Menurutnya, sekadar mengeluarkan kecaman keras tidak cukup menghadapi krisis kemanusiaan di Gaza.

“Sebenarnya Indonesia bisa memainkan peran kepemimpinan global dengan menggandeng negara lain untuk mengawal masuknya bantuan kemanusiaan. Dengan kekuatan kolektif, Israel tak akan mudah melakukan serangan seperti yang terjadi saat ini,” pungkasnya.

Aksi ini menimbulkan sorotan global karena memperlihatkan ketegangan yang terus meningkat di wilayah Gaza dan mempertegas pentingnya perlindungan hukum internasional bagi misi kemanusiaan di tengah konflik bersenjata.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh