Home / Kabar Berita / PBB Nyatakan Laporan Kelaparan Gaza Dapat Dipercaya, Netanyahu Tetap Membantah

PBB Nyatakan Laporan Kelaparan Gaza Dapat Dipercaya, Netanyahu Tetap Membantah

Majalahsuaraforum.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa laporan mengenai kelaparan di Jalur Gaza yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza adalah valid dan dapat dipercaya. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Selasa (12/8/2025), menanggapi klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sebelumnya membantah adanya kelaparan di wilayah tersebut.

“Kami mendapati bahwa selama ini, dan seperti yang Anda ketahui, PBB telah berada di Gaza cukup lama, termasuk sejak pengambilalihan Gaza oleh Hamas, angka-angka yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan di Gaza yaitu Kementerian Kesehatan Palestina, secara keseluruhan dapat dipercaya,” ujar Dujarric dalam konferensi pers, dilansir dari Antara.

Di hari yang sama, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan peningkatan jumlah korban meninggal akibat malnutrisi. Hingga saat ini, tercatat 227 orang meninggal dunia, termasuk 103 anak-anak, di tengah krisis pasokan pangan yang terus berlanjut.

Sementara itu, Netanyahu pekan lalu menyatakan bahwa laporan terkait kelaparan di Gaza dilebih-lebihkan. Ia menegaskan bahwa tidak ada kelaparan, namun mengakui adanya “deprivasi” atau kekurangan. Menurutnya, jika Israel benar-benar menjalankan “kebijakan kelaparan”, maka tidak seorang pun di Gaza akan mampu bertahan hidup setelah dua tahun perang.

Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, sebelumnya telah memperingatkan bahwa penolakan Israel memberikan akses pangan kepada warga sipil Gaza dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia menilai potret warga Gaza yang mengalami kelaparan adalah sesuatu yang menyayat hati dan tidak dapat diterima.

Turk juga menyoroti pembatasan ketat Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan. Berdasarkan catatan, jumlah bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Data menunjukkan bahwa antara 27 Juli hingga 10 Agustus, Israel hanya mengizinkan 1.334 truk bantuan masuk, atau sekitar 14% dari total kebutuhan. Bahkan, otoritas setempat menuduh sebagian dari truk tersebut dijarah dengan sepengetahuan militer Israel.

Menurut perhitungan kebutuhan harian, sedikitnya 600 truk berisi bahan pangan, obat-obatan, dan bahan bakar diperlukan setiap hari agar kebutuhan dasar masyarakat Gaza dapat terpenuhi.

 

Pen. Red. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh