Majalahsuaraforum.com — Harga minyak mentah global mengalami penurunan pada Rabu (30/7), menyusul tekanan terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Rusia. Trump mengeluarkan ultimatum agar Rusia segera mengakhiri perang di Ukraina dalam waktu 10–12 hari. Jika tidak dipenuhi, AS akan memberlakukan tarif sekunder hingga 100% terhadap negara-negara yang tetap membeli minyak dari Rusia.
Berdasarkan data perdagangan pukul 17.14 WIB, harga minyak jenis Brent turun 58 sen (0,81%) ke level US$ 71,10 per barel. Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah 58 sen (0,84%) menjadi US$ 68,63 per barel.
“Pasar kini menghadapi ketidakpastian pasokan, sehingga tekanan harga dalam jangka pendek tak bisa dihindari,” ujar John Evans, analis dari PVM Associates. Ia menambahkan bahwa OPEC dan Arab Saudi siap menutupi kekurangan, namun proses transisi tetap menimbulkan gejolak harga.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperingatkan China sebagai pembeli terbesar minyak Rusia bahwa sanksi ekonomi juga bisa dikenakan jika impor terus berlanjut.
Meski demikian, analis Barclays, Amarpreet Singh, menilai bahwa ekspor minyak Rusia masih akan bertahan di pasar internasional. Ia menyebut Rusia telah terbiasa dengan sanksi dan tetap mampu menjual minyak meskipun ada pembatasan harga dari negara Barat.
Pen. Red.











