Majalahsuaraforum.com – Lapas Karanganyar baru saja mengikuti kegiatan Sosialisasi Monitoring dan Inventarisasi Masalah dalam Pelaksanaan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP). Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengukuran persepsi publik terhadap layanan dan integritas instansi pemerintah, khususnya dalam lingkup Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dengan semakin pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik, sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat citra serta kepercayaan masyarakat terhadap Lapas Karanganyar dan instansi terkait, Selasa (08/07/2025).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Tengah dan berlangsung di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Muhammad Danu Ridhani, Ketua Tim Survei SPAK-SPKP dari Pusat Strategi Kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Jawa Tengah, serta pejabat dan staf teknis dari Tim Kanwil Ditjenpas Jateng.
Dalam pemaparannya, Muhammad Danu Ridhani memberikan penjelasan mendalam mengenai konsep, mekanisme, serta indikator yang menjadi dasar pelaksanaan SPAK dan SPKP. Ia menegaskan, “Survei ini bukan sekadar kegiatan administratif rutin, melainkan sebuah instrumen evaluasi strategis yang sangat penting bagi institusi. Hasilnya langsung berpengaruh pada citra dan kepercayaan masyarakat terhadap instansi kami.” Pernyataan tersebut menegaskan betapa besar peran survei ini dalam memperbaiki kualitas pelayanan dan integritas di lingkungan pemasyarakatan.
Lebih lanjut, beliau menguraikan berbagai tantangan yang sering dihadapi dalam pelaksanaan survei di lapangan. Mulai dari rendahnya tingkat partisipasi responden, kurangnya pemahaman teknis dari petugas pelaksana survei, hingga perbedaan sudut pandang dalam menafsirkan hasil survei yang berdampak pada ketidaksesuaian dalam tindak lanjutnya.
Dalam sesi diskusi interaktif, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala yang selama ini dihadapi di masing-masing UPT. Diskusi tersebut menjadi ruang reflektif sekaligus forum pencarian solusi bersama guna menyempurnakan pelaksanaan SPAK dan SPKP di masa mendatang.
Pen. Hil.











