majalahsuaraforum.com-Peternakan ayam petelur di Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan terus menunjukkan produktivitas. Dengan pengelolaan yang dilakukan secara rutin, peternakan ini mampu menghasilkan sekitar 3.300 butir telur setiap harinya. Senin, (05/10).
Aktivitas di kandang dimulai pukul 07.00 WIB dengan pemberian pakan pagi, dilanjutkan dengan pembersihan kotoran dan pengecekan ketersediaan air minum. Pada pukul 13.00 WIB, ayam kembali diberikan pakan. Selanjutnya, sekitar pukul 15.00 WIB dilakukan proses panen telur.
Telur hasil panen kemudian disortir. Telur yang pecah atau memiliki kondisi kurang baik dipisahkan, sedangkan telur yang layak dikumpulkan, dihitung dan disimpan di gudang. Pada pagi hari berikutnya, hasil panen didata sebelum dilakukan pendistribusian.
Ketua Pokja Ayam Petelur, Rizki Febrianto, mengatakan pengelolaan dilakukan secara terjadwal untuk menjaga produktivitas sekaligus memastikan hasil panen dapat dikelola dengan baik.
“Setiap hari rata-rata kami menghasilkan sekitar 3.300 butir telur. Setelah dipanen dan disortir, telur yang layak kemudian didata dan siap untuk didistribusikan,” ujar Rizki.
Menurut Rizki, hasil produksi Golden Nusa Egg selanjutnya didistribusikan melalui Koperasi Mina Padi Lapas Terbuka Nusakambangan. Distribusi mencakup kebutuhan bahan makanan seluruh UPT Pemasyarakatan di Nusakambangan, hotel, toko, hingga untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cilacap.
“Koperasi Mina Padi menjadi salah satu sarana untuk mengelola dan mendistribusikan hasil produksi. Harapannya, kegiatan usaha ini terus berkembang sehingga memberikan manfaat dan mendukung peningkatan kesejahteraan pegawai,” jelas Rizki
Pengelolaan hasil peternakan melalui koperasi menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan kerja.
Semakin berkembangnya usaha koperasi diharapkan dapat membuka ruang usaha yang lebih luas dan memberikan manfaat bagi anggota koperasi, termasuk pegawai Lapas Terbuka Nusakambangan.
Di sisi lain, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan peternakan menjadi bagian dari pembinaan kemandirian. Mereka memperoleh pengalaman langsung dalam pemberian pakan, perawatan kandang, pemeliharaan ayam, panen, penyortiran hingga pengelolaan hasil produksi.
Dengan demikian, Peternakan ayam petelur tidak hanya menghasilkan telur untuk memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem produktivitas Lapas Terbuka Nusakambangan dari kandang, dikelola secara profesional, dipasarkan melalui koperasi, dan manfaatnya diharapkan kembali untuk mendukung kesejahteraan pegawai serta pembinaan warga binaan.(hil)










